Rabu, 16 November 2016

ISBD




BAB I
PENDAHULUAN

A.    Hakikat Dan Ruang Lingkup ISBD

1.      Hakikat dan Ruang Lingkup ISD dan IBD
ISD merupakan suatu disiplin ilmu yang bertujuan untuk menanggapi masalah-masalah sosial, khususnya yang dihadapi masyarakat Indonesia. Adapun tema pokok ISD adalah hubungan timbal balik anatara manusia dengan lingkungan.
Objek kajian ISD anatara lainsebagai berikut :
a.       Berbagai kenyataan bersama yang merupakan masalah sosial yag dapat ditanggapi melalui pendekatan sendiri maupun pendekatan antara bidang (Interdisiplin).
b.      Keanegaragaman golongan dan kesatuan sosial dalam masyarakat yang masing-masing memiliki kepentingan dan kebutuhan sendiri tetapi terdapat juga persamaan kepentingan yang dapat mengakibatkan kerjasam dan pertentangan.
Sementara ruang lingkup dari kajian ISD  itu sendiri adalah sebagai berikut :
a.       Individu, keluarga dan masyarakat.
b.      Masyarakat kota dan desa.
c.       Masalah penduduk.
d.      Pelapisan sosial.
e.       Pemuda dan sosialisasi.
f.       Ilmu pengetahuan, teknologi dan kemiskinan.dan pandangan hidup
Sedangkan ilmu budaya dasar /IBD merupakan suatu disipin ilmu yang diharapakan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep  yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan,adapun pokok-pokok kajian IBD adalah :                    


Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya serta hakikat manusia yang satu.Ruang lingkup yang disajikan IBD adalah sebagai berikut:
a.       Manusia dan pandangan hidup.
b.      Manusia dan keindahan.
c.       Manusia dan keadilan.
d.      manusia dan cinta kasih.
e.       Manusia dan tanggung jawab.
f.       Manusia dan kegelisahan.
g.      Manusia dan harapan.

2.      Hakikat dan ruang lingkup ISBD
ISBD merupakan penggabungan dari dua buah disiplin ilmu (mata kuliah umum/MKU) yang berdiri sendiri,yaitu ISD dan IBD.penggabungan ini merupakan perampingan kurikulum di MKU (dan juga difakultas) untuk memberi tempat lebih banyak bagi mahasiswa guna mempelajari bidang-bidang ilmu kekhususan mereka di program studi/fakultas masing-masing.                                                         
Pada hakikatnya ISBD bukanlah suatu disiplin ilmu tersendiri,melainkan lebih merupakan kajian interdisipliner.ISBD juga diharapkan dapat membekali mahasiswa dalam menghadapi tantangan sosial budaya di lingkungan sekitarnya.ISBD juga diharapkan dapat pula membekali mahasiswa dalam memberi konsultasi bagi pemecahan masalah-masalah sosial budaya.                                                 
Manusia yang berbudaya adalahmanusia yang menjaga tata aturan hidup.etika dapat diciptakan,tetapi masyarakat yang beretika dan budaya hanya dapat diciptakan dengan beberapa persyaratan dasar,yang membutuhkan dukungan,seperti dukungan politik kebijakan,kepemimpinan,dan keberanian mengambil keputusan,serta pelaksanaan secara konsekuen.                                                                    
Dari ruang lingkup kajian ISBD ini,maka dapat dikatakan bahwa ISBD adalah:”pengetahuan metodis,koheren,dan sistematis yang mengkaji realitas/kedudukan manusia sebagai mahkluk individual,sosial dan budaya”.cakupan kajian ISBD  adalah masalah-masalah sosial budaya serta hakikat keberadaan manusia sebagai subjek dari permasalahan tersebut.

B.     ISBD Sebagai Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) Dan Pendidikan Umum.
1.      ISBD Merupakan Kelompok Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB)
Kelompok bahan kajian dan pelajaran yang dicakup dalam suatu program studi yang dirumuskan dalam kurikulum, terdiri atas :
a.       Kelompok Matakuliah Pengembangan Kepribadian (MPK).
b.      Kelompok Matakuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK).
c.       Kelompok Matakuliah Keahlian Berkarya (MKB).
d.      Kelompok Matakuliah Perilaku Berkarya (MPB).
e.       Kelompok Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB).
ISBD termasuk kedalam kelompok matakuliah berkehidupan bermasyarakat (MBB). MBB adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang diperlukan seseorang untuk dapat memahami kaidah berkehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya.
§  ISBD sebagai MBB, memiliki visi dan misi sebegai berikut :
a.       Visi ISBD sebagai MBB
Mengantarkan mahasiswa menetapkan kepribadian, kepekaan sosia, kemampuan hidup bermasyarakat, pengetahuan tentang pelestarian, pemanfaatan sumber day alam dan lingkungan hidup, dan mempunyai wawasan tentang perkembangan ilmu pengetahuan teknologi dan seni.
b.      Misi ISBD sebagai MBB
Menumbuh kembangkan daya kritis, daya kreatif, apresiasi, dan kepekaan mahasiswa terhadap nilai-nilai sosial dan budaya demi memantapkan kepribadiannya sebagai bekal hidup bermasyarakat selaku individu dan makhluk sosial yang memiliki sifat :
1.      Sikap demokratis, berkeadaban, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, bermartabat, serta peduli terhadap pelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup.
2.      Memiliki kemampuan untuk menguasai dasar-dasar ilmu pngetahuan, dan lingkungan hidup.
3.      Ikut berperan mencari solusi pemecahan masalah sosial budaya dilingkungan hidup secara arif.

c.       Kompetensi ISBD sebagai MBB
Sementara kompetensi dasar yang harus dikuasai oleh mahasiswa adalah menjadi ilmuan dan profesional yang berfikir kritis, kreatif, sistematik dan ilmiah, berwawasan luas, etis, memiliki kepekaan dan empati sosial, bersikap demokrasi, berkeadaan, serta dapat ikut berperan mencari solusi pemecahan masalah sosial dan budaya secara arif.
d.      Metedeologi Pembelajaran ISBD sebgai MBB
Sebagai kelompok MBB harus diajarkan dengan metode sebagai berikut :
1.      Proses pembelajaran disenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian dengan menempatkan mahasiswa sebagai subyek pendidikan, mitra dalam proses pembelajaran dan sebagai anggota keluarga, masyaraka dan warga negara serta warga dunia.
2.      Pembelajran yang diselenggarakan merupakan proses yang mendidik, yang didalamnya terjadi pembahasan kritis, analitis, induktif, deduktif, dan reflektif  memulai dialog kreatif partisipatori untuk mencapai tentang kebenaran substansi dasar kajian karya nyata, dan untuk menumbuhkan motivasi belajar sepanjang hayat.
3.      Pembelajaran yang diselenggarakan dalam bentuk aktivitas proses pembelajaran seperti kuliah tatap muka, ceramah, dialog (diskusi), interaktif, studi kasus, penugasan mandiri, tugas membaca, seminar kecil, dan kegiatan kokurikuler.
4.      Pembeajaran yang meningkatkan motivasi belajar dan menumbuhkan kesadaran bahwa pembelajaran berkehidupan bermasyarakat yang merupakan kebutuhab hidup untuk dapat eksis daam masyarakat global.
Melalui visi, misi, kompetensi, dan metode pembelajaran ISBD tersebut diatas, diharapkan tujuan yang ingin dicapai oleh ISBD dapat terlaksana hingga peserta didik nantinya dapat mengaplikasikan  ilmu yng diperoleh di tengah-tengah masyarakat.
2.      ISBD sebagai Program Pendidikan Umum
Permasaahan yang dihadapi oleh dunia pendidikan diberbagai negara di dunia adalah bahwa proses pendidikan dewasa ini hanya mampu menciptakan para ahli yang handal, tapi tidak melahirkan para lulusan yang memiliki integritas kepribadian. Sistem pendidikannya cenderung hanya memahami manusia pada suatu aspek tertentu saja, sedangkan aspek-aspek lainnya diabaikan. Pendidikan seperti ini melahurkan lulusan yang pola pikir dan pola hidupnya bersifat meterialists dan berperilaku mekanistik.
Pendidikan umum (general education) merupakan bidang studi yang komfrehensif karena mendidik kepala, hati dan tangan secara terintegrasi. Sasaran yang di sententu dalam general education adalah tida potensi utama manusia yaitu : akal, hati, dan tingkah lakunya. Artinya, general education tidak hanya mendidik kepala (inteligensi) dan tangan (keterampilan) , akan tetapi juga membentuk hati (karakter yang akan membentuk humanisasi) sehumgga akan dihasikan lulusan yang pintar dan permoral.
Di Amerika Serikat , konsep general education diadakan dengan dilatar beakangi oleh alasan berikut :
1.      Sebaga reaksi masyarakat terhadap spesialisasi keilmuan yang berlebihan, dimana para spesialis telah “mendewakan” hasil-hasil temuannya yang menakjubkan, sementara mereka lupa pada nilai-nilai esensial kemanusiaannya.
2.      Sebagai reaksi trhadap kepicangan penguasaan minat-minat khusus dengan perolehan peradaban yang lebih luar.
3.      Sebagai reaksi pengotak-kotakan kurikulum dan pecahnya pengalaman belajar siswa.
4.      Sebagai reaksi terhadap formalis dalam pendidkan liberal.
Program pendidikan umum di indonesia bertujan antara lain sebagai berikut :
a.       Untuk memperluas cakrawala, perhatian dan pengetahuan para mahasiswa sehungga tidak terbatas pada bidang pengetahuan keahlian serta golongan asal masing-masing.
b.      Membantu mahasisawa menemukan diri sendiri dan menempatkan diri dalam perkembangan masyarakat dan kebudayaan yangsedang berlangsung.
c.       Menghadapkan mahasiswa dengan masalah-masalah susila serta masalah yang diwujudkan oleh kenyataan-kenyataan kehidupan.
d.      Memberikan pengertian pada mahasiswa mengenai hubungan dan keterkaitan dari ilmu pengetahuan.

Selaian kemampuan personal, ISBD sebagai program pendidikan umum mengharapkan agar lulusan perguruan tinggi memiliki 2 kemampuan lainnya yaitu :
a.       Kemampuan akademik,meliputi :
1.      Mahasiswa mampu berkomunikasi secara ilmiah.
2.      Mahasiswa mampu menguasai peralatan analisis.
3.      Mahasiswa mampu berfikir logis, kritis, sistematis, dan analitis dalam merumuskan da menyelesaikan masalah.       .
b.      Kemampuan profesional,yaitu kemampuan dalam bidang profesi tenaga ahli dari mahasiswa yang bersangkutan.

C.     ISBD Sebagai Alternatif Pemecahan Maalah Sosial Budaya.
Artinya berdasarkan pemahaman yang diperoleh dari kajian ISBD, mahasiswa dapat mengorientasikan diri untuk selanjutnya mampu mengetahui kearah mana pemecahan masalah harus dilakukan. Selain itu, pendekatan dalam ISBD yang lebih bersifat interdisiplin dan multidisiplin akan memperluas pandangan bahwa masalaha sosial, kemanusiaan, dan budaya dapat didekati dari berbagai sudut pandang, kemanusiaan sehingga mampu mengkaji sebuah masalah kemasyarakatan yang lebih kompleks. Artinya, sebuah ilmu secara mandiri tidak cukup untuk mengkaji sebuah masalah kemasyarakatan. Ilmu tersebut membutuhkan sosuli atau pemecahan masalah dari ilmu lainnya.

Dari pemahaman diatas, tidak mengherankan jika kemudian pergurusn tinggi memberikn ISBD sebagai mata kuliah wajib berbagai jurusan / program studi. Tujuannya agar pendekatan sosial dan budaya dapat dipertimbangkan dalam rangka mencari alternatif sosial dari permasalahan yang dihadapi masyarakat.



BAB II
MANUSIA SEBGAI MAKHLUK BUDAYA
A.    Hakikat Manusia sebagai Makhluk Budaya
1.      Hakikat Manusia
Manusia adalah makhluk yang luar biasa kompleks dan sempurna yang diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa, Tuahan membekali manusia dengan akal dan persiapan untuk menerima bermacam-macam ilmu pengetahuan dan kepandaian, sehungga manusia dapat berkreasi (berdaya cipta) dan sanggup menguasai alam dan hewan melalui proses interaksi. Pada awal interaksi sosial manusia, manusia bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya agar manusia dapat mengalami pembelajaran melalui ruang lingkup sekelilingnya, sehingga harus memiliki imu pengetahuan yang berlandasan ketuhan untuk memenuhi hasrat keingintahuan itu.
Manusia merupakan paduan antara makhluk material (jasad/raga) dan makhluk spiritual (jiwa). Dinamika manusia tidak tinggal diam karena manusia sebagai dinamika selalu mengaktivisasikan dirinya serta selalu berupaya berkembang  sesuai dengan kebutuhan hidupnya. Artinya, manuia adalah makhluk yang dinamis (selalu berkembang), bukan makhluk yang statis (tetap/tidak pernah berkembang).
Manusia diciptakan dengan memiliki keunikan tersendiri. Manusia yang satu tidak akan bisa menjadi seperti manusia lainnya, walau bagamanapun upayanya untuk mengidentikkan dirinya dengan manusia lain tersebut.  
 Manusia hanya bisa menjadi dirinya sendiri, karena itulah dirinya dan itulah hakikat dirinya sebagai manusia yang melekat dalam prbadinya sendri.
Sebagai makhluk yang kompleks manusia bisa dipandang secara segmental/parsial, misalnya sebagai berikut :
a.       Manusia sebagai homo econimicus, yaitu manusia sebagai makhluk ekonomi yang cenderung tidak pernah merasa puas dengan apa yang diperolehnya dengan selalu berusaha secara terus menerus dalam memenuhi kebutuhannya (self interest).
b.      Manusia sebagai homo socus, yaitu makhluk yang selalu ingin berinteraksi dengan sesaama/bergaul.
c.       Manusia sebagai homini lupus, yaitu manusia menjadi serigala bagi manusia lainnya (maksudnya manusia merugikan/membuat kelicikan /kejahatan terhadap manusia lainnya).
d.      Manusia sebagai homo faber, yaitu manusia yang sebagai makhluk bekerja yang mewujudkan dirinya dengan bekerja, yakni beraktivitas untuk kemajuan hidupnya.
e.       Manusia sebagai zoon politicon, mausia sebagai makhluk sosial atau makhluk yang selalu ingin bermasyarakat dan tidak bisa hidup sendiri, sehingga membutuhkan keberadaan dan kehadiran manusia lainnya.
Manusia dibangun atas unsur-unsur yang satu sama lain saling terkait. Unsur-unsur pembangun manusia tersebut adalah :
a.       Jasad, yaitu bdan kasr manusia yang terlihat dari luar dan dapat diraba.
b.      Hayat, yang mengandung unsur hidup, yang ditandai dengan adanya daya gerak (bergerak).
c.       Ruh, yaitu daya yang bekerja secara spiritual yang memahami kebenaran, dan memiliki suatu kemampuan mencipta yang bersifat konseptual dan menjadi pusat lahirnya kebudayaan.
d.      Nasf, dalam pengertian diri atau ke “aku” an, yaitu kesadaran tentang diri sendiri.
Manusia memiliki daya indra (panca indra) dan daya rasa. Panca indra adalah alat penghubung manusia dengan lingkungan sekitar/dunia luar. Semua gejala yang ada pada diri manusia merupakan hasil pengenalannya dengan lingkungan. Sedangkan untuk daya rasa dibedakan menjadi 2 yaitu :
a.       Perasaan inderawi yang berkait dengan rangsangan  yang diterima oleh panca indera.
b.      Perasaan rohani adalah perasaan luhur yang hanya ada pada manusia. Perasaan rohani terbagi menjadi 6 macam :
1.      Perasaan intelektual.
2.      Perasaan estetis.
3.      Perasaan etis.
4.      Perasaan diri.
5.      Perasaan sosial.
6.      Perasaan religius.
Dalam perkembangan selanjutnya,para filosof eksistelsial ini menyepakati adanya tiga hal, yaitu :
a.       Kesedihan dan penderitaan adalah kondisi yang diperlukan dan harus dialami
b.      Setiap manusia pasti berhadapan dengan hal yang tidak dapat dihindari, berupa penderitaan , kecemasan, sikap apatis, atau rasa takut.
c.       Nilai eksistensialisme menitik berat kan pada kesadaran dan membangkitkan hasrat dan tekad seseorang untuk melibatkan segenap kemampuannya.
2.      Hakikat Manusia sebagai Makhluk Budaya.
Manusia merupakan salah satu makhluk ciptaan Tuhan yang ada dipermukaan bumi. Artinya, manusia bukan satu-satunya makhluk ciptaan Tuhan.
Makhluk Tuhan di dunia terbagi menjadi 4 macam dan memiliki sifat yang berbeda-beda yaitu :
a.       Alam: memiliki sifat wujud.
b.      Tumbuhan: memiliki sifat wujud dan hidup.
c.       Hewan: memliki sifat wujud, hidup dan dibekali nafsu.
d.      Manusia: memiliki sifat wujud, hidup,dibekali nafsu dan akal budi.
Akal budi merupakan pemberian Tuhan dan sekaligus potensi dalam diri manuia yang tidak dimiliki oleh makhluk lain. Akal merupakan kemampuan berpikir manusia sebgai kodrat alami yang dimiliki untuk memecahkan masalah-masalah menjadi aktif berbuat demi kepeningan dan penigkatan kualitas bermartabat hidupnya.
Manusia berpikir mnggunakan otaknya. Dengan daya kerja otaknya, ia dapat membantu tubuhnya dan mempermudah memenuhi kebutuhan hidupnya. Pada hakikatnya, kebudayaan mempunyai 2 segi / bagian yang tidak dapat dilepaskan hubungannya satu sama lain, yaitu:
1.      Segi Kebendaan : yaitu meliputi segala benda buatan manusia sebagai perwujudan dari akalnya, sert bisa diraba.
2.      Segi kerohanian : terdiri atas alam pikiran dan kumpulan perasaan yang tersususn secara teratur, keduanya tidak bisa diraba.
Manusia yang disebut sebagai makhluk yang berbudaya tidak lain adalah makhluk yang senantiasa mendayagunakan akal budinya untuk menciptakan kebahagiaa, karena yang membahagiakan hidup manusia hidup manusia itu hakikatnya sesuatu yang baik, benar dan adil yang terkandung dalam kebudayaan. Oleh karena itu, hanya manusia yang selalu berusaha menciptakan kebaikan, kebenaran, dan keadilan sajalah yang berhak menyandang gelar manusia berbudaya.
Manusia berbudaya akan berpikir tentang bagaimana caranya menggunakan hewan atau binatang untuk lebih memudahkan kerja manusia dan menambah hasil usahanya dalam kaitan untuk pemenuhan kepientingan dan kebutuhan hidup sehari-hari. Contoh : untuk membajak sawah, manusia bisa menggunakan tenaga hewan (kerbau), untuk berpergian jauh manusia bisa menggunakan tenaga kuda dan lain sebaginya.
B.     Apresiasi Terhadap Kemanusiaan Dan Kebudayaan
1.      Apresiasi terhadap Kemanusiaan
Kemanusiaan berarti hakikat dan sifat-sifat khas manusia sebagai makhluk yang tinggi martabatnya dan patut diberikan apresiasi (penghargaan). Kemanusiaan menggambarkan sifat yang seharusnya dimiliki oleh manusia. Sementara prisip kemanusiaan mengandung arti adanya pengahargaan dan penghormatan dan penghormatan terhadap harkat dan martabat manusia yang luhur. Semua manusia adalah luhur, karena itu manusia tidak harus dibedakan perilakunya karena perbedaan suku,ras,keyakinan,status sosial ekonomi, asal-usul, dan sebagainya.
2.      Apresiasi terhadap Kebudayaan
Budaya memiliki hubungan dengan kemampuan manusia dalam mengelola sumber-sumber kehidupan dengan menggunakan budi dan akal.
Kebudayaan memiliki 7 unsur, yaitu sebagi berikut :
1.      Sistem perlengkapan dan peralatan hidup (tenologi).
2.      Sistem mata pencaharian hidup dan sistem ekonomi.
3.      Sistem kemasyarakatan/kekerabatan atau organisasi sosial.
4.      Bahasa.
5.      Kesenian.
6.      Sistem pengetahuan.
7.      Sistem religi.
Setiap kebudayaan mempunyai sifat hakikat yang berlaku umum bagi semua    kebudayaan dimanapun berada, yaitu :
a.       Kebudayaan terwujud dan tersalurkan dari peri kelakuan manusia.
b.      Kebudayaan telah ada terlebih dahulu dari pada lahirnya suatu generasi tertentu, dan tidak akan mau dengan habisnya usia generasi yang bersangutan.
c.       Kebudayaan yang diperlukan oleh manusia dan diwujudkan dalam tingkah lakunya.
d.      Kebudayaan yang mencakup aturan-aturan yang erisikan kewajiban-kewajiban, dan tindakan-tindakan yang diterima dan ditolak, yindakan-tindakan yang dilarang dan tindakan yang diizinkan.
C.    Etika Dan Estetika Berbudaya Berbudaya
1.      Etika dalam Berbudaya
Etika dirumuskan dalam 3 arti yaitu :
1.      Ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk, tentang hak dan kewajiban moral.
2.      Kumpulan asas yang berkenaaan dengan akhlak, dan
3.      Nilai mengenai  benar dan salah yang dianut masyarakat.
Selain berkaitan dengan masalah moral, etika juga berkaitan dengan masalah nilai. Nilai etika diwijudkan dalam norma etika, norma moral dan kekusilaan. Nilai-nilai etika adalah nilai tentang baik dan buruk kelakuan.
2.      Estetika dalam Berbudaya
Estetika sebagai ilmu pengetahuan berdasarkan pada kegiatan dari pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan panca indera, yaitu :
1.      Mata sebagai indera penglihatan.
2.      Hidung sebagai indera penciuman.
3.      Telinga sebagai indera pendengaran.
4.      Lidah sebagai indera pengecap, dan
5.      Kulit sebagai indera peraba.
Selanjutnya estetika merupakan teori tentang keindahan atau seni. Estetika berkaitan dengan masalah nilai indah atau jelek. Sesuatu yang estetika berarti memenuhi unsur keindahan (ssecara estetik murni maupun sempit, baik dalam bentuk, warna, garis, kata, ataupun nada). Keindahan itu sendri dapat diartikan dalam beberapa hal, yaitu :
1.      Secara luas, yaitu mengandung ide yang baik yang meliputi watak indah, hukum yang indah, ilmu yang indah, dan sebagai nya.
2.      Secara sempit, yaitu indah yang terbatas pada lingkup persepsi penglihatan (bentuk warna).
3.      Secara estetik murni, yaitu menyangkut pengalaman yang berhubungan dengan penglihatan, pendengaran dan etik.
D.    Memanusiakan Manusia
Memanusiakan manusia berarti perilaku manusia untuk senantiasa menghargai dan menghormati harkat dan martabat manusia lainnya. Memanusiakan manusia adalah tidak menindas sesamanya. Memanusiakan manusia merupakan upaya untuk membuat manusia menjadi berbudaya. Jadi, memanusiakan manusia memiliki hubungan dengan kebudayaan yang diciptakan oleh manusia itu sendiri.
Ada juga pengertian “memanusiakan manusia” adalah menjadi manusia yang seutuhnya. Artinya, sebagai ciptaan Tuhan yang paling mulia, kebahagiaan utama adalah tatkala kita dapat menjadikan sesama manusia lebih terdidik lebih bermartabat, lebih sukses, lebih pintar dan lebih baik hidupnya. Disitulah baru seseorang benar-benar memperoleh “gelar kemnusiaan”.
Manusia selalu ingin dihargai, terlebih dalam interaksi dengan sesama manusia. Dihargai dalam konteks ini adalah bahwa kehadiran kita dan apa yang kita kerhakan semestinya dihargai. Hal ini lebih tepat dikaitkan dengan hubungan dengan sesama manusia dalam kehidupan sehari-hari maupun lingkungan pekerjaan.


BAB III
MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU
DAN
MAKHLUK SOSIAL

A.    Hakikat Manusia Sebagai Makhluk Individu Dan Sosial
1.      Manusia sebagai Makhluk Individu
Individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan khas didalam lingkungan sosialnya, melainkan juga mempunyai kepribadian seta pola tingkah laku yang spesifik dalam dirinya. Manusia sebagai makhluk individu memiliki unsur jasmani dan rohani, unsur fisik dan psikis, unsur raga dan jiwa. Seseorang dikatakan sebagai makhluk individu manakala unsur-unsur tersebut menytu pada dirinya. 
2.      Manusia sebagai Makhluk Sosial
Manusia adalah makhluk sosial atau makhluk bermasyarakat yang membutuhkan perkembangan. Artimya, dalam hubungannya dengan manusia sebagai makhluk sosial, manusia selalu hidup bersama  dengan manusia lainnya. Manusia dikatakan sebagai makhluk sosial juga karena alasan bahwa pada diri manusia ada dorongan dan kebutuhan untuk berhubungan, berinteraksi dengan orang lainnya.
Menurut Hermanto dan Winamo (2010:45), faktor yang menyebabkan manusia selalu hidup bermasyarakat antara lain adanya dorongan kesatuan biologis  yang terdapat dalam naluri, misalnya :
1.      Hasrat untuk memenuhi keperluan makan dan minum.
2.      Hasrat untuk membela diri.
3.      Hasrat untuk mengadakan keturunan.

3.  Kepentingan Sosialisasi Bagi Manusia Sebagai Makhluk Individu
            Manusia sebagai makhluk individu sangat membutuhkan individu lainnya untuk bersosialisasi. Proses sosialisasi akan membuka berbagai macam cakrawala pengetahuan yang besar bagi setiap individu.  Individu bisa menjadi manuisa yang beradab dengan bersosialisasi. Individu akan menerima berbagai pengetahuan karena proses sosialisasi. Dan proses sosialisasi diperoleh oleh individu dalam kehidupannya sebagai makhluk sosial.
B.     Peranan Manusia Sebagai Makhluk Individu dan Sosial
1.      Peranan manusia sebagai makhluk individu.
Sebagai makhluk individu, manusia berperan untuk mewujudkan hal-hal berikut :
a.       Mewujudkan harkat dan martabat yang mulia.
Harkat dan martabat yang mulia ini harus diakui dihargai oleh satu manusia terhadap manusia lainnya.dan diaplikasikan
b.      Mengupayakan terpenuhinya hak-hak dasarnya sebagai manusia.
Manusia juga menuntut pengakuan akan adanya hak asasi manusia dalam dirinya, seperti hak untuk hidup, hak untuk berkarya, hak untuk mengembangkan diri, dan ha asasi lainnya.
c.       Merealisasikan segenap potensi dirinya untuk kesejahteraan hidup manusia diciptakan oleh Tuhan dengan dibekali bakat atau potensi yang berada antara satu dengan yang lainnya. Potensi ini harus digali, diasah, dikembangkan, dan diaplikasikan.
d.      Menuntut ilmu pengetahuan, merekayasa teknologi serta memanfaatkannya untuk kemakmuran dan kesejahteraan.
       Dengan melakukan peranan diatas, maka kehidupan manusia sebagai makhluk individu akan terjamin. Manusia akan memperoleh penghormatan akan harkat dan matrabatnya. Manusia akan memperoleh haknya.
2.      Peranan manusia sebagai makhluk sosial
       Sebagai makhluk sosial manusia berperan untuk mewujudkan hal-hal sebagai berikut    :
a.       Melakuakan interaksi dan menciptakan kehidupan berkelompok.
b.      Menciptakan norma yang mengatur kehidupan sosial.
Manusia membutuhkan norma-norma sosial yang menciptakan ketertiban dalam kehidupan sosial/bersama, norma tersebut adalah :
1.      Norma Agama.
2.      Norma Kesusilaan.
3.      Norma kesopanan atau Adat.
4.      Norma Hukum.
c.       Mengupayakan terlaksananya kewajiban.
Kewajiban manusia sebagai dasar untuk mengargai hak orang lain serta menaati norma yang berlaku dalam masyarakat.
C.     Dinamika Interaksi Sosial
Interaksi sosial merupakan faktor utama dalam kehidupan sosail interaksi sosial merupakan suatu pondasi dari hubungan yang berupa tindakan yang berdasarkan norma dan nilai sosial yang berlaku dan diterapkan dalam masyarakat. Dengan adanya nilai dan norma yang berlaku, interaksi sosial itu sendiri dapat berlangsung dengan baik, jika aturan dan nilai-nilai yang ada dapat dilakukan dengan baik.
           Adapun bentuk interaksi sosialadalah sebagai berikut:
1.      Asosiatif, yaitu proses interaksi yang mengarah kepada persatuan, meliputi :
a.       Akomodasi.
b.      Kerja Sama.
c.       Asimilasi.
d.      Akulturasi.
2.      Disosiatif, yaitu proses interaksi yang mengarah kepada perpecahan, meliputi :
a.       Persaingan.
b.      Pertikaian/pertentangan.
c.       Kontroversi.
Ciri-ciri interaksi sosial adalah sebagai berikut :
1.      Pelaku lebih dari satu orang.
2.      Adanya komunikasi melalui kontak sosial.
3.      Memiliki maksud dan tujuan, terlepas dari sama atau tidaknya tujuan tersebut dengan yang diperkirakan si pelaku.
4.      Ada dimensi waktu yang akan menentukan sikap aksi yang sedang berlangsung.
D.    Dilema Antara Kepentingan Individu Dan Kepentingan Masyarakat.

Dalam kehidupan bermasyarakat, pasti akan terjadi permasalahan/dilema antara melakukan kepentingan individu dengan kepentingan masyarakat. Individualisme merupakan suatu faham yang memiliki pandangan bahwa manusia adalah makhluk yang merdeka dan bebas.
Pandangan individualisme ini melahirkan ideologi liberalisme, yaitu sebuah ideologi yang didasarkan pada pemahaman bahwa kebebasan dan persamaan hak adalah hal yang paling utama.
            Ideologi liberalisme mengembangkan beberapa prinsip-prinsip, yaitu sebagai berikut
1.      Penjaminan hak milik perorangan.
2.      Mementingkan diri sendiri atau kepentingan individu yang bersangkutan.
3.      Pemberian kebebasan penuh pada individu.
4.      Persaingan bebas untuk mencapai kepentingan masing-masing.



BAB IV
MANUSIA DAN PERADABAN
     A.    Hakikat Peradaban

            Peradaban memiliki berbagai arti dalam kaitannya dengan masyarakat dan manusia peradaban berasal  dari kata “adap”yang artinya akhlak,kesopanan atau kehausan budi pekerti attau yang merujuk pada sifat yang tinggi dan mulia .
Peradaban memiliki hubungan yang erat dengan “budya”atau “kebudayaan”hasil atau produk kebudayaan inilah yang menghasilkan peradaban .sebuah kebudayaan kikatakan mencapai peradaban tinggi apabila menghasilkan seni yang indah dan halus ,bangunan yang megah dan tahan lama serta muneminal dan tak tergurusoleh perkembangan zaman ,menguasai ilmu pengetahuan yang tinggi dibandingkan dengan budaya masyarakat lain yang zaman dengan india .istilah peradaban sering digunakan untuk menyebut “kerumitan “atau”kompleksitas” serta keunggulan dari sebuah kebbudayaan dalam sebuah masyarakat atau kompleks tertentu.
            Peradaban bangsa dalam kurun waktu tertentu dianggap tinggi dizamannya dan tidak dapat dibandingkan dengan peradaban manusia pada zaman berikutnya.bangsa yang memiliki peradaban-peradaban yang tinggi juga berhasilkan mencitakan karya-karya yang terkenal ,seperti “kompleks piramida giza”yang dibangun bahasa mesir kuno sekitar 5000 tahun yang lalu,taman gantung “taman gantung”di babylonia” dibangun oleh Nebudkadnezar  11,cucu raja hummaribi yang terkenal sekitar tajun 600 SM sebagai hadiah untuk isterinuya.
B. Manusia Dan Masyarakat Adab

Manusia adalah mahkluk yang beradap hingga mampu menciptakan peradaban, perdaban sebagai peroduk yang bernilai tinggi ,halus,indah,dan maju menunjukkan manusia adalah makhluk yang memiliki kecerdasan yang tidak dimiliki oleh makhluk lain `

Manusia sebagai makhluk beradap juga memiliki pengertian bahwa peribadi manusia itu memiliki potensi untuk berilaku sopan ,beraklak ,dan berbudi pekerti yang luhur.mamusia yang beradap mampu mengembangkan anatara cipta,rasa,dan karsa untuk berbuat sesuatu kebaikan . sebaiknya,manusia yang tidak berdap adalah orang tidal berperilaku yang tidak sopan, tidak berakhlak,dan tidaak memiliki budi pekerti luhur.
Manusia sebagai makhluk individu juga disebut makhluk sosial .sebagai mkhluk sosial.sebagai mkhluk sosial,manusia membentuk persekutuan hidup ,yitu masyarakat adap pada dasarnya merupakan keinginan yang tulus dari manusia sebagai makhluk beradap.masyarakat adap tidak akan mungkin tercipta tanpa tidak ada yang mendukung  oleh keinginan manusia beradap untuk membentuknya .demikian juga masyarakat adap tidak mungkin jika tidak ada manusia yang tidak beradap .
Diindonesia ,masyarakat adap populer disebut dengan masyarakat madani , masyarakat madani adalah”masyarakat yang menjujung tinggi norma,nilai-nilai ,dan hukum yang ditampung oleh penguasa teknologi oleh beradap ,iman ,dan ilmu.

C. Evolusi Budaya Dan Wujud Peradaban Dalam Kehidupan Sosial, Budaya.

1.         Evolusi budaya
Evolusi  budaya adalah sebuah  gejala berubahnya struktur dan pola budaya dalam suatu masyarakat .evolusi budaya merupakan yang umum terjadi sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang  selalu ingin mengadakan perubahan.selain itu ,evoluasi budaya juga dapat timbulnya perubahan alam,lingkungan masyarakt ,penemuan barudan konytak dengan kebudayaan lain .sebagai contoh evolusi budaya sebagai  akibat perubahab alam,berakhirnya zaman es berujung pada ditmukannya sistem pertanian dan kemudian memancing inovasi-inovasi baru lainnya dalam kebudayaan.
2.          Wujud peradaban dalam kehidupan sosial budaya
Peradban merupakan tahapan darai evoluasi budaya yang telah berjalan berharap dan brkesinambungan memperlihatkan wujud dan pengetahuan ,ide/gagasan ,seni teknologi,sistem pemerintahan ,hingga spiritual yang tinggi .sebagai catatan ,bahwa peradapan tidak hanya terwujud dalam bangunan sebagai hasil teknologi  fisik,tetapi dalam bidang soial budaya .wujud peradaban dalam kehidupan sosial budaya dapat dilihat dari sistem kekuasan ,sistem kepercayaan ,tulis,perhubungan ,hingga organisasi sosial yang dibentuk masyarakatnya .

D. Dinamika Peradaban Global

       Perkembangan kebudayaan yang telah mencapai  taraf atau tingkat tertentu yang memperoleh manusia penduduknya tercermi  dari pola tindakan dan tingakahl laku serta teknologi yang dikatakan sebagai beradap atau mencapai peradaban yang tinggi .jadi,kebudayaan mengalami evolusi dan evaliasi kebudayaan yang telah mencapai taraf tinggi disebut dengan peradaban .
Peradaban lahir sebagai respons yang segenap daya upaya dan akalnya menghadapi ,menaklukkan ,dan mengolah alam sebagai tantangan guna mencukupi kebutuhan dan melastarikan kelangsungan hidupnya .
Contoh tantangan alam dan respons manusia (penerapan teknologi ) untuk mengatasi tantangan alam itu adalah :
1)        Daerah yang tandus dan kering disikapi dengan menerapakan sistem pertanian menggunakan sistem pot  bertingkah .
2)        Daerah rawan gempa disikapi dengan membuat rumah yang anti gempa ,dan lain sebagainya.
Dari contoh diatas ,maka dapat dikatakan bahwa setiap kali dan tantangan maka manusia harus  memberikan respons terhadap tantang itu untuk tetap bertahan dalam upaya memenuhi kebutuhannya .akibat respons  yang diberikan ini menyebabkan terjadinya perubahan (dinamika )terhadap peradaban .

E.    Problematika Peradaban Global Pada Kehdupan Manusia

1)        Peradaban global menciptakan globalisasi
Peradaban global dewasa ini telah menciptakan era globalisasi diambil dari kata global,yang maknanya universal .gobalisasi belum memiliki definisi yang mapan ,kecuali sekedar definisi kerja ,sehingga tergatung dari sisi mana orang melihatnya .
Ada yang memandangnya sebagai  suatu proses sosial atau proses sejarah  atau proses ilmiah yang akan mebawa seluruh bangsa dan negara didunia makin terkiat suatu sama lain,mewujudkan satu tatan kehidupan baru satu kesatuan global dengan menyingkir batas-batas geografis,ekonomi,dan bdaya masyarakat .
2)        Problamitika peradaban global (era globalisasi)
Tidak bisa dipungkiri bahwa peradaban global yang menciptakan era glonalisasi  dewasa ini ,dengan semakin berkembangnya teknologi,terutama pada teknologi komunikasi .membuat cakrawala/ilmu pengetahuan masyarakat semakin terbuka luas .interaksi anatara manusia semakin mudah.pekerjaan yang dilakukuan oleh manusia juga lebih efisien karena dibantu oleh mesin-mesin cangih .



BAB V
MANUSIA DAN KERAGAMAN DAN
KESETARAAN

       A.    Hakikat Keragaman Dan Kesetaraan Manusia 
             1)      Makna keragaman manusia

           Keragaman maksudnya,bahwa setiap manusia memiliki perbedaan .perbedan ini disebabakan karena manusia memiliki ciri khas tersendiri sebagai makhluk individu ,seprerti ciri fisik,sikap,watak,kelakuan,temperamental dan hasrat .selain sebagai makhluk individu,manusia juga makhluk sosial yang membentuk kelompok persekutuan hidup.masyarakat sebagai persekutuan hidup itu juga berbeda satu dengan lainnya atau beragam karena ada perbedaan dalam hal ras,suku,agama,budaya,ekonomi,status sosial,jenis kelamin ,saerah tempat tinggal,dan lain-lain.
            
           2)      Makna kesetaraan manusia 
Kesetaraan berasal dari kata setara atau sederajat yang berarti “sama tingkatnya”.menurut kamus besar bahasa indonesia /KBBI(2008),sederajat artinya =”sama tingkatan objek dalam hal kedudukan ,pangkat ,golongan,dan lain-lain.dengan demikian ,kesetaraan atau tingkatan kesederajatan ,menunjukkan adanya yang sama ,kedudukan sama,tidak lebih tinggi atau lebih rendah anatara satu sama lain.
Kesetaraan ,kesederajatan adalah suatu sikap mengakui adanya persamaan derajad,persamaan hak,dan persamaan kewajiban sebagai sesama manusia .keragaman yang ada tidak membuat manusia menjadi tidak sederajad dengan manusia lainnya,walaupun memiliki perbedaan .
B. Kemajemukan Dalam Dinamika Sosial Budaya
alam kehidupan sosial budaya melahirkan masyaraat majemuk , majemuk berarti “banyak ragam” baneka berjenis”.ciri utama masyarakat majemuk adalah ;hidup brkelompokan yang mendampingi secara fisik ,tetapi terpisah oleh kehidupan sosial dan tergabung dalam sebuah satua politik.

Di Indonesia sendiri,sebagai sebuah negara yang majemuk ,kemajemukan masyarakat indonesia itu berdasarkan atas unsur ras dan etnik.
           1)      Ras
      Penggunaan istilah ras ini perentaraan kali dipelpori oleh franqois bernier,seorang antropolog asal prancis ,untuk mengemukan gagasan tentang perbedaan manusia berdasarkan kategori atau karakteristik warna kulit dan bentuk wajah .selanjutnya menetapkan hierakhie manusia berdasarkan ciri fisiknya atau biologis

            2)      Etnik Atau Suku Bangsa
          Etnik atau suku bangsa merupakan kelompok sosial /kesatuan hidup manusia yang memiliki   sistem interaksi yang ada karena kontinutas dan identitas yang mempresatukan semua anggotanya  serta memiliki sistem kepemimpinan sendiri.
C. Kemajuan Dan Kesetaraan Sebagai Kekayaan Sosial Budaya Bangsa 
1.      Kemajemukan sebagai kekayaan bangsa indonesia
Indonesia adalah bangsa yang majemajemukan ,baik etnis,agama,ras,golongantiingkat ekonomi ,hingga gender.keragaman etnik meenjadikan indonesia sebagai negara yang paling hetorgen didunia .etnik merupakan identitas sosial budaya seorang .
2.      Kesetaraan sebagai warga bangsa  indonesia
Manusia indonesia memiliki kesedaran dalam arti memiliki kesamaan kedudukan ,hak,dan kewajiban yang dijami oleh undang-undang dasar 1945. Kesetaraan dalam derajat kemanusiaan dapat terujud pronata hukum yang merupakan mekanisme kontrol yang secara ketat dan adil mendukung dan mendorong terwujudnya prinsip-prinsip kesetaraan dalam kehidupan nyaata .



BAB VI
MANUSIA,  NILAI, MORAL DAN HUKUM


   A.    Hakikat, Fungsi, Dan Perwujudan Nilai, Moral, Dan Hukum

1)      Hakikat,Fungsi Dan Perwujudan Nilai 
 Dalam kehidupan sehari-sehari ,manusia tidak terlepas dari nilai .pada hakikatnya ,nilai berkaitan dengan anggapan terhadap baik dan buruk atau pantas dan tidak pantas.untuk menentukan sesuatu itu dikatakan baik atau buruk ,pantas atau tidak pantas hsarus melalui proses menimbang hal ini tentu sangat dipengaruhi oleh kebudayaan yang dianut masyarakkat .

2)      Hakikat, Fungsi, Dan Perwujudan Moral 

     Selanjutnya moral  pada hakikatnya istilah manusia menyebut kemanusia atau orang lainnya dalam tindakan yang”amoral”. Amoral artinya dia yang tidak punya nilai positif dimata manusia lainnya .
     B.     Keadilan, Ketertiban, Dan Kesejahteraan 
  
           1.      Hakikat Keadilan
     
Keadilan adalah kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hal ,baik menyangkut benda atau orang .keadilan memiliki tingkatkepentingan yang benar. Keadilan adalah kelebihan pertama dari institusi sosial ,sebagaimana halnya kebenaran pada sistem pemikir.

     2.      Hakiat Ketertiban 

      Ketertiban didukung oleh tatanan yang mempunyai sifat yang berlebihan karena norma-norma yang mendukung masing-masing tatanan mempunyai sifat yang sama. Oleh karna itu, dalam masyarakat yang teratutur, setiap manusia sebagai anggotanya masyarakat harus memperhatikan norma atau kaidah, atau peraturan hidup dalam masyarakat.
  
     3.      Hakikat Kesetaraan 
    
        Sejahterra menunjukka pada keadaan yang baik ,kondisi manusia dimana orang-orang nya dalam keadaan makmur,dalam keadaan sehat dan damai kesejahteraan merupakan dambaan bagi setiap individu didalam kesejahteraan berarti manusia sudah berada pada kondisi makmur dalam atuan mampu mencukupi kebutuhan hidup masyaraakat itu sendiri .
     C.    Problematika Nilai,Moral,Dan Hukum Dalam Masyarakat Dan Negara 
       Nilai moral dan hukum selayaknya dipatuhi untuk menciptakan keadilan ketertiban dan keseteraan ,namun kadang kala dalam pelaksaannya terjadinya masalah pelanggaran yang menjadi problamatika dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Bagi masyarakat protevie nilai mewujudkan dengan membuat kode etik profesi yang berisi nilai-nilai yang harus dilkukan dan tidak boleh dilakukan sekaitan dengan profesi embannya.

BAB VII
MANUSIA, SAINS, TEKNOLOGI DAN SENI

     A.    Hakikat Dan Makna Sains, Teknologi, Dan Seni Bagi Manusia .

1.      Hakikat Dan Makna Sains.

       Sains merupakan ilmu yang bersifat teoritis, sehingga sains tidak memiliki wujud, dan hanya bisa dipelajari, dan nantinya akan menghasilkan teknologi. Cara sains mengkaji sesuatu adalah dengan melakukan pengamatan langsung menguji, dan kemudian menerangkan mengapa sesuatu itu bisa terjadi.
Sains dikatakan sebagai ilmu karena sains memenuhi unsur-unsur /ciri-ciri dari  suatu ilmu, yaitu sistematik, adanya objek kajian, ruang lingkup kajian, dan memiliki metode yang diterapkan serta dikembangkan.

2.      Hakikat Teknologi.

       Teknologi telah dipakai secara umum dan merangkam suatu rangkaian sarana, dan ide di samping alat-alat dan mesin-mesin. Teknologi pada hakikatnya merupakan penerapan pengetahuan oleh manusia oleh manusia guna mengerjakan sesuatu yang diinginkan. Teknologi digunakan untuk memanfataatkan gejala alam dan mengubahnya. Penggunaan teknologi oleh manusia diawali dengan pengubahan sumber daya alam menjadi alat-alat sederhana. Perkembangan teknologi terbaru, termasuk diantaranya mesin cetak, telepon, dan internet, telah memperkecil hambatan fisik terhadap bebas dalam skala global.
3.      Hakikat Seni.
       Seni pada hakikatnya bisa dilihat dalam intisari ekspresi dari kreativitas manusia. Seni juga dapat dikatakan dengan sesuatu yang diciptakan manusia yang mengandung unsur keindahan. Tidak bis adisangkal bahwa seni berhubungan dengan budaya. Seni merupakan hasil ekpresi jiwa manusia yang hasilnya berkembang menjadi bagian dari budaya manusia. Seni selalu berkembang seiring bergulirnya waktudan hanya dibatasi oleh kemampuan dan kesempatan sang seniman pada zamannya/waktu tertentu.



4.      Aplikasi Sains, Teknologi, dan Seni.

       Ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni (IPTEKS) memiliki hubungan yang sangat erat.  IPTEKS sendiri merupakan bagian dari unsur pokok kebudayaan universal yang bisa dijumpai dalam setiap kehidupan masyarakat, mulai dari zaman purba hingga sekarang. Pada zaman purba, manusia telah mengaplikasikan IPTES dengan menciptakan berbagai teknologi (peralatan hidup)  sederhana yang terbuat dari batu dan perunggu yang dipergunakan untuk mencari makanan hingga bercocok tanam.
     B.     Dampak Penyalahgunaan  IPTES pada Kehidupan
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa IPTEKS memiliki dampak positif dan negatif. Secara umum dampak positif dari kemajuan IPTEKS adalah kemudahan-kemudahan dalam beraktivitas. Sementara dampak negatif dari kemajuan IPTEKS adalah dapat mengakibatkan masyarakat semakin terbuai, karena mereka hampir tak sadar bahwa ternyata dirinya telah berada dalam situasi pola hidup konsumtif, hedonistik, dan matearilistik.
                  Dempak positif dari perkembangan IPTEKS dalam segala bidang, antara lain :
1.      Di bidang informasi.
2.      Di bidang industri dan ekonomi.
3.      Di bidang sosial dan budaya.
4.      Di bidang intelektual.
      Dampak negatif dari perkembangan IPTEKS dalam berbagai bidang , antara lain :
1.      Di bidang komunikasi.
2.      Di bidang Industri.
3.      Di bidang sosial budaya.
4.      Di bidang ekonomi.
5.      Di bidang lingkungan.
     C.    Problematika Pemanfataan IPTEKS Di Indonesia.

Seperti yang telah sering disinggung sebelumnya, pemanfataan, IPTEKS oleh manusia terutama dalam memudahkan pemenuhan kebutuhan hidup. Tidak bisa dipungkiri bahwa pembangunan IPTEKS di Indonesia diharapkan dapat menjadi landasan bagi tumbuhnya kreativitas sumberdaya manusia (SDM), yang pada gilirannya dapat menjadi sumber pertumbuhan dan daya saing ekonomi. Selain itu, IPTEKS dapat pula menentukan tingkat menjadi sumber daya baru yang lebih bernilai untuk meningkatkan standar kehidupan bangsa dan negara, serta kemandirian dan daya saing bangsa indonesia di mata dunia. 


BAB VIII
MANUSIA DAN LINGKUNGAN

A.    Hakikat Dan Makna Lingkungan Bagi Manusia 
Manusia merupakan makhluk yang cepat beradaptasi dengan lingkungan. Adaptasi ini sangat diperlukan agar manusia dapat bertahan hidup dari seleksi alam. Dalam ilmu biologi, ligkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam, seperti : tanah, air, energi surya, mineral, serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun didalam lautan dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana mengunakan lingkungan fisik tersebut.

B.     Kualitas Lingkungan Dan Penduduk Terhadap Kesejahteraan
1.      Lingkungan dan Kesejahteraan

     Lingkungan dapat memberikan sumber kehidupan agar manusia menjadi sejahtera. Artinya, lingkungan hidup menjadi sumber dalam mendukung kehidupan, dan diharapkan mampu memberikan kesejahteraan dalam hidup manusia.
2.      Penduduk Lingkungan dan Kesejahteraan

        Penduduk memiliki hubungan yang erat dengan lingkungan dan kesejahteraan. Penduduk merupakan orang-orang yang berdomisili atau tinggal disuatu tempat (lingkungan) secara bersama-sama menyelenggarakan kehidupannya dalam jangka waktu yang lama. Artinya, penduduk membutuhkan lingkungan untuk bisa hidup menetap dan mengembangkan diri.
C.    Problematika, Lingkungan Sosial Budaya Yang Di Hadapi Masyarakat.
1.      Problematika Pengelolaan Lingkungan
  Lingkungan dapat mengalami suatu perubahan dalam proses interaksi dengan hidup manusia. Peubahan lingkungan banyak terjadi di daerah kota bila dibandingkan dengan daerah plosok (pedesaan) dimana penduduknya lebih sedikit dan terkesan “premitif”.
2.      Problematika Lingkungan Sosial Budaya
    Selain berinteraksi dengan lingkungan, manusia juga berinteraksi dengan manusia lain. Lingkungan tempat manusia mengadakan interaksi dengan manusia lain disebut dengan lingkungan hidup manusia dan biasa pula disebut dengan lingkungan sosial budaya, karena disanalah manusia melakukan sosialisasi dengan sesama manusia dan menciptakan kebudayaan.

D.    Isu-isu Penting Persoalan Lintas Budaya dan Bangsa
1.      Isu tentang Lingkungan
   Masalah lingkungan mulai ramai dibicarakan sejak diselenggarakan koverensi tentang ligkungan hidup di stokholan , swediya, pada tangga 15 juni 1972.
2.      Isu tentang Kemanusiaan
    Manusia adalah makhluk yang sempurna yang diciptakan oleh Tuhan di dunia, sehingga manusia memiliki harkat martabat yang tinggi. Akan tetapi, harkat dan martabat ini harus dijaga dan dilindungi agar tidak terjadi penindasan, baik oleh manuisa lain, maupun oleh negara tempat bernaungnya manusia.





DAFTAR PUSTAKA
Budi Juliardi. 2014. Ilmu Sosial Budaya Dasar. Bandung : Alfabeta