BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A.
Hakikat
Dan Ruang Lingkup ISBD
1. Hakikat
dan Ruang Lingkup ISD dan IBD
ISD merupakan suatu
disiplin ilmu yang bertujuan untuk menanggapi masalah-masalah sosial, khususnya
yang dihadapi masyarakat Indonesia. Adapun tema pokok ISD adalah hubungan
timbal balik anatara manusia dengan lingkungan.
Objek kajian ISD
anatara lainsebagai berikut :
a. Berbagai
kenyataan bersama yang merupakan masalah sosial yag dapat ditanggapi melalui
pendekatan sendiri maupun pendekatan antara bidang (Interdisiplin).
b. Keanegaragaman
golongan dan kesatuan sosial dalam masyarakat yang masing-masing memiliki
kepentingan dan kebutuhan sendiri tetapi terdapat juga persamaan kepentingan
yang dapat mengakibatkan kerjasam dan pertentangan.
Sementara
ruang lingkup dari kajian ISD itu
sendiri adalah sebagai berikut :
a. Individu,
keluarga dan masyarakat.
b. Masyarakat
kota dan desa.
c. Masalah
penduduk.
d. Pelapisan
sosial.
e. Pemuda
dan sosialisasi.
f. Ilmu
pengetahuan, teknologi dan kemiskinan.dan pandangan hidup
Sedangkan
ilmu budaya dasar /IBD merupakan suatu disipin ilmu yang diharapakan dapat
memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji
masalah-masalah manusia dan kebudayaan,adapun pokok-pokok kajian IBD adalah :
Berbagai
aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan
budaya serta hakikat manusia yang satu.Ruang lingkup yang disajikan IBD adalah
sebagai berikut:
a. Manusia
dan pandangan hidup.
b. Manusia
dan keindahan.
c. Manusia
dan keadilan.
d. manusia
dan cinta kasih.
e. Manusia
dan tanggung jawab.
f. Manusia
dan kegelisahan.
g. Manusia
dan harapan.
2. Hakikat
dan ruang lingkup ISBD
ISBD merupakan
penggabungan dari dua buah disiplin ilmu (mata kuliah umum/MKU) yang berdiri
sendiri,yaitu ISD dan IBD.penggabungan ini merupakan perampingan kurikulum di
MKU (dan juga difakultas) untuk memberi tempat lebih banyak bagi mahasiswa guna
mempelajari bidang-bidang ilmu kekhususan mereka di program studi/fakultas masing-masing.
Pada hakikatnya ISBD
bukanlah suatu disiplin ilmu tersendiri,melainkan lebih merupakan kajian
interdisipliner.ISBD juga diharapkan dapat membekali mahasiswa dalam menghadapi
tantangan sosial budaya di lingkungan sekitarnya.ISBD juga diharapkan dapat
pula membekali mahasiswa dalam memberi konsultasi bagi pemecahan
masalah-masalah sosial budaya.
Manusia yang berbudaya
adalahmanusia yang menjaga tata aturan hidup.etika dapat diciptakan,tetapi
masyarakat yang beretika dan budaya hanya dapat diciptakan dengan beberapa
persyaratan dasar,yang membutuhkan dukungan,seperti dukungan politik
kebijakan,kepemimpinan,dan keberanian mengambil keputusan,serta pelaksanaan
secara konsekuen.
Dari ruang lingkup
kajian ISBD ini,maka dapat dikatakan bahwa ISBD adalah:”pengetahuan
metodis,koheren,dan sistematis yang mengkaji realitas/kedudukan manusia sebagai
mahkluk individual,sosial dan budaya”.cakupan kajian ISBD adalah masalah-masalah sosial budaya serta hakikat
keberadaan manusia sebagai subjek dari permasalahan tersebut.
B.
ISBD
Sebagai Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) Dan Pendidikan Umum.
1. ISBD
Merupakan Kelompok Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB)
Kelompok bahan kajian
dan pelajaran yang dicakup dalam suatu program studi yang dirumuskan dalam
kurikulum, terdiri atas :
a. Kelompok
Matakuliah Pengembangan Kepribadian (MPK).
b. Kelompok
Matakuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK).
c. Kelompok
Matakuliah Keahlian Berkarya (MKB).
d. Kelompok
Matakuliah Perilaku Berkarya (MPB).
e. Kelompok
Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB).
ISBD
termasuk kedalam kelompok matakuliah berkehidupan bermasyarakat (MBB). MBB
adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang diperlukan seseorang untuk
dapat memahami kaidah berkehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian
dalam berkarya.
§ ISBD
sebagai MBB, memiliki visi dan misi sebegai berikut :
a. Visi
ISBD sebagai MBB
Mengantarkan mahasiswa
menetapkan kepribadian, kepekaan sosia, kemampuan hidup bermasyarakat,
pengetahuan tentang pelestarian, pemanfaatan sumber day alam dan lingkungan
hidup, dan mempunyai wawasan tentang perkembangan ilmu pengetahuan teknologi
dan seni.
b. Misi
ISBD sebagai MBB
Menumbuh kembangkan
daya kritis, daya kreatif, apresiasi, dan kepekaan mahasiswa terhadap
nilai-nilai sosial dan budaya demi memantapkan kepribadiannya sebagai bekal
hidup bermasyarakat selaku individu dan makhluk sosial yang memiliki sifat :
1. Sikap
demokratis, berkeadaban, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, bermartabat,
serta peduli terhadap pelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup.
2. Memiliki
kemampuan untuk menguasai dasar-dasar ilmu pngetahuan, dan lingkungan hidup.
3. Ikut
berperan mencari solusi pemecahan masalah sosial budaya dilingkungan hidup
secara arif.
c. Kompetensi
ISBD sebagai MBB
Sementara kompetensi dasar
yang harus dikuasai oleh mahasiswa adalah menjadi ilmuan dan profesional yang
berfikir kritis, kreatif, sistematik dan ilmiah, berwawasan luas, etis,
memiliki kepekaan dan empati sosial, bersikap demokrasi, berkeadaan, serta
dapat ikut berperan mencari solusi pemecahan masalah sosial dan budaya secara
arif.
d. Metedeologi
Pembelajaran ISBD sebgai MBB
Sebagai kelompok MBB
harus diajarkan dengan metode sebagai berikut :
1. Proses
pembelajaran disenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan,
menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta
memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian dengan
menempatkan mahasiswa sebagai subyek pendidikan, mitra dalam proses
pembelajaran dan sebagai anggota keluarga, masyaraka dan warga negara serta
warga dunia.
2. Pembelajran
yang diselenggarakan merupakan proses yang mendidik, yang didalamnya terjadi
pembahasan kritis, analitis, induktif, deduktif, dan reflektif memulai dialog kreatif partisipatori untuk
mencapai tentang kebenaran substansi dasar kajian karya nyata, dan untuk
menumbuhkan motivasi belajar sepanjang hayat.
3. Pembelajaran
yang diselenggarakan dalam bentuk aktivitas proses pembelajaran seperti kuliah
tatap muka, ceramah, dialog (diskusi), interaktif, studi kasus, penugasan
mandiri, tugas membaca, seminar kecil, dan kegiatan kokurikuler.
4. Pembeajaran
yang meningkatkan motivasi belajar dan menumbuhkan kesadaran bahwa pembelajaran
berkehidupan bermasyarakat yang merupakan kebutuhab hidup untuk dapat eksis
daam masyarakat global.
Melalui
visi, misi, kompetensi, dan metode pembelajaran ISBD tersebut diatas,
diharapkan tujuan yang ingin dicapai oleh ISBD dapat terlaksana hingga peserta
didik nantinya dapat mengaplikasikan
ilmu yng diperoleh di tengah-tengah masyarakat.
2. ISBD
sebagai Program Pendidikan Umum
Permasaahan
yang dihadapi oleh dunia pendidikan diberbagai negara di dunia adalah bahwa
proses pendidikan dewasa ini hanya mampu menciptakan para ahli yang handal,
tapi tidak melahirkan para lulusan yang memiliki integritas kepribadian. Sistem
pendidikannya cenderung hanya memahami manusia pada suatu aspek tertentu saja,
sedangkan aspek-aspek lainnya diabaikan. Pendidikan seperti ini melahurkan
lulusan yang pola pikir dan pola hidupnya bersifat meterialists dan berperilaku
mekanistik.
Pendidikan
umum (general education) merupakan bidang studi yang komfrehensif karena
mendidik kepala, hati dan tangan secara terintegrasi. Sasaran yang di sententu
dalam general education adalah tida potensi utama manusia yaitu : akal, hati,
dan tingkah lakunya. Artinya, general education tidak hanya mendidik kepala
(inteligensi) dan tangan (keterampilan) , akan tetapi juga membentuk hati
(karakter yang akan membentuk humanisasi) sehumgga akan dihasikan lulusan yang
pintar dan permoral.
Di
Amerika Serikat , konsep general education diadakan dengan dilatar beakangi
oleh alasan berikut :
1. Sebaga
reaksi masyarakat terhadap spesialisasi keilmuan yang berlebihan, dimana para
spesialis telah “mendewakan” hasil-hasil temuannya yang menakjubkan, sementara
mereka lupa pada nilai-nilai esensial kemanusiaannya.
2. Sebagai
reaksi trhadap kepicangan penguasaan minat-minat khusus dengan perolehan
peradaban yang lebih luar.
3. Sebagai
reaksi pengotak-kotakan kurikulum dan pecahnya pengalaman belajar siswa.
4. Sebagai
reaksi terhadap formalis dalam pendidkan liberal.
Program
pendidikan umum di indonesia bertujan antara lain sebagai berikut :
a. Untuk
memperluas cakrawala, perhatian dan pengetahuan para mahasiswa sehungga tidak
terbatas pada bidang pengetahuan keahlian serta golongan asal masing-masing.
b. Membantu
mahasisawa menemukan diri sendiri dan menempatkan diri dalam perkembangan
masyarakat dan kebudayaan yangsedang berlangsung.
c. Menghadapkan
mahasiswa dengan masalah-masalah susila serta masalah yang diwujudkan oleh kenyataan-kenyataan
kehidupan.
d. Memberikan
pengertian pada mahasiswa mengenai hubungan dan keterkaitan dari ilmu
pengetahuan.
Selaian kemampuan
personal, ISBD sebagai program pendidikan umum mengharapkan agar lulusan
perguruan tinggi memiliki 2 kemampuan lainnya yaitu :
a. Kemampuan
akademik,meliputi :
1. Mahasiswa
mampu berkomunikasi secara ilmiah.
2. Mahasiswa
mampu menguasai peralatan analisis.
3. Mahasiswa
mampu berfikir logis, kritis, sistematis, dan analitis dalam merumuskan da
menyelesaikan masalah. .
b. Kemampuan
profesional,yaitu kemampuan dalam bidang profesi tenaga ahli dari mahasiswa
yang bersangkutan.
C. ISBD Sebagai Alternatif Pemecahan
Maalah Sosial Budaya.
Artinya berdasarkan
pemahaman yang diperoleh dari kajian ISBD, mahasiswa dapat mengorientasikan
diri untuk selanjutnya mampu mengetahui kearah mana pemecahan masalah harus
dilakukan. Selain itu, pendekatan dalam ISBD yang lebih bersifat interdisiplin
dan multidisiplin akan memperluas pandangan bahwa masalaha sosial, kemanusiaan,
dan budaya dapat didekati dari berbagai sudut pandang, kemanusiaan sehingga
mampu mengkaji sebuah masalah kemasyarakatan yang lebih kompleks. Artinya,
sebuah ilmu secara mandiri tidak cukup untuk mengkaji sebuah masalah
kemasyarakatan. Ilmu tersebut membutuhkan sosuli atau pemecahan masalah dari
ilmu lainnya.
Dari pemahaman diatas,
tidak mengherankan jika kemudian pergurusn tinggi memberikn ISBD sebagai mata
kuliah wajib berbagai jurusan / program studi. Tujuannya agar pendekatan sosial
dan budaya dapat dipertimbangkan dalam rangka mencari alternatif sosial dari
permasalahan yang dihadapi masyarakat.
BAB
II
MANUSIA
SEBGAI MAKHLUK BUDAYA
A.
Hakikat
Manusia sebagai Makhluk Budaya
1. Hakikat
Manusia
Manusia adalah makhluk
yang luar biasa kompleks dan sempurna yang diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa,
Tuahan membekali manusia dengan akal dan persiapan untuk menerima
bermacam-macam ilmu pengetahuan dan kepandaian, sehungga manusia dapat
berkreasi (berdaya cipta) dan sanggup menguasai alam dan hewan melalui proses
interaksi. Pada awal interaksi sosial manusia, manusia bersosialisasi dengan
lingkungan sekitarnya agar manusia dapat mengalami pembelajaran melalui ruang
lingkup sekelilingnya, sehingga harus memiliki imu pengetahuan yang berlandasan
ketuhan untuk memenuhi hasrat keingintahuan itu.
Manusia merupakan
paduan antara makhluk material (jasad/raga) dan makhluk spiritual (jiwa).
Dinamika manusia tidak tinggal diam karena manusia sebagai dinamika selalu
mengaktivisasikan dirinya serta selalu berupaya berkembang sesuai dengan kebutuhan hidupnya. Artinya,
manuia adalah makhluk yang dinamis (selalu berkembang), bukan makhluk yang
statis (tetap/tidak pernah berkembang).
Manusia diciptakan
dengan memiliki keunikan tersendiri. Manusia yang satu tidak akan bisa menjadi
seperti manusia lainnya, walau bagamanapun upayanya untuk mengidentikkan
dirinya dengan manusia lain tersebut.
Manusia hanya bisa menjadi dirinya sendiri,
karena itulah dirinya dan itulah hakikat dirinya sebagai manusia yang melekat
dalam prbadinya sendri.
Sebagai makhluk yang
kompleks manusia bisa dipandang secara segmental/parsial, misalnya sebagai
berikut :
a. Manusia
sebagai homo econimicus, yaitu manusia sebagai makhluk ekonomi yang cenderung
tidak pernah merasa puas dengan apa yang diperolehnya dengan selalu berusaha
secara terus menerus dalam memenuhi kebutuhannya (self interest).
b. Manusia
sebagai homo socus, yaitu makhluk yang selalu ingin berinteraksi dengan
sesaama/bergaul.
c. Manusia
sebagai homini lupus, yaitu manusia menjadi serigala bagi manusia lainnya
(maksudnya manusia merugikan/membuat kelicikan /kejahatan terhadap manusia
lainnya).
d. Manusia
sebagai homo faber, yaitu manusia yang sebagai makhluk bekerja yang mewujudkan
dirinya dengan bekerja, yakni beraktivitas untuk kemajuan hidupnya.
e. Manusia
sebagai zoon politicon, mausia sebagai makhluk sosial atau makhluk yang selalu
ingin bermasyarakat dan tidak bisa hidup sendiri, sehingga membutuhkan
keberadaan dan kehadiran manusia lainnya.
Manusia
dibangun atas unsur-unsur yang satu sama lain saling terkait. Unsur-unsur
pembangun manusia tersebut adalah :
a. Jasad,
yaitu bdan kasr manusia yang terlihat dari luar dan dapat diraba.
b. Hayat,
yang mengandung unsur hidup, yang ditandai dengan adanya daya gerak (bergerak).
c. Ruh,
yaitu daya yang bekerja secara spiritual yang memahami kebenaran, dan memiliki
suatu kemampuan mencipta yang bersifat konseptual dan menjadi pusat lahirnya
kebudayaan.
d. Nasf,
dalam pengertian diri atau ke “aku” an, yaitu kesadaran tentang diri sendiri.
Manusia
memiliki daya indra (panca indra) dan daya rasa. Panca indra adalah alat
penghubung manusia dengan lingkungan sekitar/dunia luar. Semua gejala yang ada
pada diri manusia merupakan hasil pengenalannya dengan lingkungan. Sedangkan
untuk daya rasa dibedakan menjadi 2 yaitu :
a. Perasaan
inderawi yang berkait dengan rangsangan
yang diterima oleh panca indera.
b. Perasaan
rohani adalah perasaan luhur yang hanya ada pada manusia. Perasaan rohani
terbagi menjadi 6 macam :
1. Perasaan
intelektual.
2. Perasaan
estetis.
3. Perasaan
etis.
4. Perasaan
diri.
5. Perasaan
sosial.
6. Perasaan
religius.
Dalam
perkembangan selanjutnya,para filosof eksistelsial ini menyepakati adanya tiga
hal, yaitu :
a. Kesedihan
dan penderitaan adalah kondisi yang diperlukan dan harus dialami
b. Setiap
manusia pasti berhadapan dengan hal yang tidak dapat dihindari, berupa
penderitaan , kecemasan, sikap apatis, atau rasa takut.
c. Nilai
eksistensialisme menitik berat kan pada kesadaran dan membangkitkan hasrat dan
tekad seseorang untuk melibatkan segenap kemampuannya.
2. Hakikat
Manusia sebagai Makhluk Budaya.
Manusia
merupakan salah satu makhluk ciptaan Tuhan yang ada dipermukaan bumi. Artinya,
manusia bukan satu-satunya makhluk ciptaan Tuhan.
Makhluk Tuhan di dunia
terbagi menjadi 4 macam dan memiliki sifat yang berbeda-beda yaitu :
a. Alam:
memiliki sifat wujud.
b. Tumbuhan:
memiliki sifat wujud dan hidup.
c. Hewan:
memliki sifat wujud, hidup dan dibekali nafsu.
d. Manusia:
memiliki sifat wujud, hidup,dibekali nafsu dan akal budi.
Akal
budi merupakan pemberian Tuhan dan sekaligus potensi dalam diri manuia yang
tidak dimiliki oleh makhluk lain. Akal merupakan kemampuan berpikir manusia
sebgai kodrat alami yang dimiliki untuk memecahkan masalah-masalah menjadi
aktif berbuat demi kepeningan dan penigkatan kualitas bermartabat hidupnya.
Manusia
berpikir mnggunakan otaknya. Dengan daya kerja otaknya, ia dapat membantu
tubuhnya dan mempermudah memenuhi kebutuhan hidupnya. Pada hakikatnya,
kebudayaan mempunyai 2 segi / bagian yang tidak dapat dilepaskan hubungannya
satu sama lain, yaitu:
1. Segi
Kebendaan : yaitu meliputi segala benda buatan manusia sebagai perwujudan dari
akalnya, sert bisa diraba.
2. Segi
kerohanian : terdiri atas alam pikiran dan kumpulan perasaan yang tersususn
secara teratur, keduanya tidak bisa diraba.
Manusia
yang disebut sebagai makhluk yang berbudaya tidak lain adalah makhluk yang
senantiasa mendayagunakan akal budinya untuk menciptakan kebahagiaa, karena
yang membahagiakan hidup manusia hidup manusia itu hakikatnya sesuatu yang
baik, benar dan adil yang terkandung dalam kebudayaan. Oleh karena itu, hanya
manusia yang selalu berusaha menciptakan kebaikan, kebenaran, dan keadilan
sajalah yang berhak menyandang gelar manusia berbudaya.
Manusia
berbudaya akan berpikir tentang bagaimana caranya menggunakan hewan atau
binatang untuk lebih memudahkan kerja manusia dan menambah hasil usahanya dalam
kaitan untuk pemenuhan kepientingan dan kebutuhan hidup sehari-hari. Contoh :
untuk membajak sawah, manusia bisa menggunakan tenaga hewan (kerbau), untuk
berpergian jauh manusia bisa menggunakan tenaga kuda dan lain sebaginya.
B.
Apresiasi
Terhadap Kemanusiaan Dan Kebudayaan
1. Apresiasi
terhadap Kemanusiaan
Kemanusiaan berarti
hakikat dan sifat-sifat khas manusia sebagai makhluk yang tinggi martabatnya
dan patut diberikan apresiasi (penghargaan). Kemanusiaan menggambarkan sifat
yang seharusnya dimiliki oleh manusia. Sementara prisip kemanusiaan mengandung
arti adanya pengahargaan dan penghormatan dan penghormatan terhadap harkat dan
martabat manusia yang luhur. Semua manusia adalah luhur, karena itu manusia
tidak harus dibedakan perilakunya karena perbedaan suku,ras,keyakinan,status
sosial ekonomi, asal-usul, dan sebagainya.
2. Apresiasi
terhadap Kebudayaan
Budaya memiliki hubungan dengan
kemampuan manusia dalam mengelola sumber-sumber kehidupan dengan menggunakan
budi dan akal.
Kebudayaan memiliki 7
unsur, yaitu sebagi berikut :
1. Sistem
perlengkapan dan peralatan hidup (tenologi).
2. Sistem
mata pencaharian hidup dan sistem ekonomi.
3. Sistem
kemasyarakatan/kekerabatan atau organisasi sosial.
4. Bahasa.
5. Kesenian.
6. Sistem
pengetahuan.
7. Sistem
religi.
Setiap kebudayaan
mempunyai sifat hakikat yang berlaku umum bagi semua kebudayaan dimanapun berada, yaitu :
a. Kebudayaan
terwujud dan tersalurkan dari peri kelakuan manusia.
b. Kebudayaan
telah ada terlebih dahulu dari pada lahirnya suatu generasi tertentu, dan tidak
akan mau dengan habisnya usia generasi yang bersangutan.
c. Kebudayaan
yang diperlukan oleh manusia dan diwujudkan dalam tingkah lakunya.
d. Kebudayaan
yang mencakup aturan-aturan yang erisikan kewajiban-kewajiban, dan
tindakan-tindakan yang diterima dan ditolak, yindakan-tindakan yang dilarang
dan tindakan yang diizinkan.
C.
Etika
Dan Estetika Berbudaya Berbudaya
1. Etika
dalam Berbudaya
Etika dirumuskan dalam
3 arti yaitu :
1. Ilmu
tentang apa yang baik dan yang buruk, tentang hak dan kewajiban moral.
2. Kumpulan
asas yang berkenaaan dengan akhlak, dan
3. Nilai
mengenai benar dan salah yang dianut
masyarakat.
Selain
berkaitan dengan masalah moral, etika juga berkaitan dengan masalah nilai.
Nilai etika diwijudkan dalam norma etika, norma moral dan kekusilaan.
Nilai-nilai etika adalah nilai tentang baik dan buruk kelakuan.
2. Estetika
dalam Berbudaya
Estetika sebagai ilmu
pengetahuan berdasarkan pada kegiatan dari pengamatan yang dilakukan dengan
menggunakan panca indera, yaitu :
1. Mata
sebagai indera penglihatan.
2. Hidung
sebagai indera penciuman.
3. Telinga
sebagai indera pendengaran.
4. Lidah
sebagai indera pengecap, dan
5. Kulit
sebagai indera peraba.
Selanjutnya
estetika merupakan teori tentang keindahan atau seni. Estetika berkaitan dengan
masalah nilai indah atau jelek. Sesuatu yang estetika berarti memenuhi unsur
keindahan (ssecara estetik murni maupun sempit, baik dalam bentuk, warna, garis,
kata, ataupun nada). Keindahan itu sendri dapat diartikan dalam beberapa hal,
yaitu :
1. Secara
luas, yaitu mengandung ide yang baik yang meliputi watak indah, hukum yang
indah, ilmu yang indah, dan sebagai nya.
2. Secara
sempit, yaitu indah yang terbatas pada lingkup persepsi penglihatan (bentuk
warna).
3. Secara
estetik murni, yaitu menyangkut pengalaman yang berhubungan dengan penglihatan,
pendengaran dan etik.
D.
Memanusiakan
Manusia
Memanusiakan manusia
berarti perilaku manusia untuk senantiasa menghargai dan menghormati harkat dan
martabat manusia lainnya. Memanusiakan manusia adalah tidak menindas sesamanya.
Memanusiakan manusia merupakan upaya untuk membuat manusia menjadi berbudaya.
Jadi, memanusiakan manusia memiliki hubungan dengan kebudayaan yang diciptakan
oleh manusia itu sendiri.
Ada juga pengertian
“memanusiakan manusia” adalah menjadi manusia yang seutuhnya. Artinya, sebagai
ciptaan Tuhan yang paling mulia, kebahagiaan utama adalah tatkala kita dapat
menjadikan sesama manusia lebih terdidik lebih bermartabat, lebih sukses, lebih
pintar dan lebih baik hidupnya. Disitulah baru seseorang benar-benar memperoleh
“gelar kemnusiaan”.
Manusia selalu ingin
dihargai, terlebih dalam interaksi dengan sesama manusia. Dihargai dalam
konteks ini adalah bahwa kehadiran kita dan apa yang kita kerhakan semestinya
dihargai. Hal ini lebih tepat dikaitkan dengan hubungan dengan sesama manusia
dalam kehidupan sehari-hari maupun lingkungan pekerjaan.
BAB
III
MANUSIA
SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU
DAN
MAKHLUK
SOSIAL
A.
Hakikat
Manusia Sebagai Makhluk Individu Dan Sosial
1. Manusia
sebagai Makhluk Individu
Individu adalah seorang
manusia yang tidak hanya memiliki peranan khas didalam lingkungan sosialnya,
melainkan juga mempunyai kepribadian seta pola tingkah laku yang spesifik dalam
dirinya. Manusia sebagai makhluk individu memiliki unsur jasmani dan rohani,
unsur fisik dan psikis, unsur raga dan jiwa. Seseorang dikatakan sebagai
makhluk individu manakala unsur-unsur tersebut menytu pada dirinya.
2. Manusia
sebagai Makhluk Sosial
Manusia adalah makhluk
sosial atau makhluk bermasyarakat yang membutuhkan perkembangan. Artimya, dalam
hubungannya dengan manusia sebagai makhluk sosial, manusia selalu hidup
bersama dengan manusia lainnya. Manusia
dikatakan sebagai makhluk sosial juga karena alasan bahwa pada diri manusia ada
dorongan dan kebutuhan untuk berhubungan, berinteraksi dengan orang lainnya.
Menurut Hermanto dan
Winamo (2010:45), faktor yang menyebabkan manusia selalu hidup bermasyarakat
antara lain adanya dorongan kesatuan biologis
yang terdapat dalam naluri, misalnya :
1. Hasrat
untuk memenuhi keperluan makan dan minum.
2. Hasrat
untuk membela diri.
3. Hasrat
untuk mengadakan keturunan.
3. Kepentingan Sosialisasi Bagi Manusia Sebagai
Makhluk Individu
Manusia sebagai makhluk individu
sangat membutuhkan individu lainnya untuk bersosialisasi. Proses sosialisasi
akan membuka berbagai macam cakrawala pengetahuan yang besar bagi setiap
individu. Individu bisa menjadi manuisa
yang beradab dengan bersosialisasi. Individu akan menerima berbagai pengetahuan
karena proses sosialisasi. Dan proses sosialisasi diperoleh oleh individu dalam
kehidupannya sebagai makhluk sosial.
B. Peranan Manusia Sebagai Makhluk
Individu dan Sosial
1.
Peranan manusia sebagai makhluk
individu.
Sebagai
makhluk individu, manusia berperan untuk mewujudkan hal-hal berikut :
a.
Mewujudkan harkat dan martabat yang
mulia.
Harkat
dan martabat yang mulia ini harus diakui dihargai oleh satu manusia terhadap
manusia lainnya.dan diaplikasikan
b.
Mengupayakan terpenuhinya hak-hak
dasarnya sebagai manusia.
Manusia
juga menuntut pengakuan akan adanya hak asasi manusia dalam dirinya, seperti
hak untuk hidup, hak untuk berkarya, hak untuk mengembangkan diri, dan ha asasi
lainnya.
c.
Merealisasikan segenap potensi dirinya
untuk kesejahteraan hidup manusia diciptakan oleh Tuhan dengan dibekali bakat
atau potensi yang berada antara satu dengan yang lainnya. Potensi ini harus
digali, diasah, dikembangkan, dan diaplikasikan.
d.
Menuntut ilmu pengetahuan, merekayasa
teknologi serta memanfaatkannya untuk kemakmuran dan kesejahteraan.
Dengan
melakukan peranan diatas, maka kehidupan manusia sebagai makhluk individu akan
terjamin. Manusia akan memperoleh penghormatan akan harkat dan matrabatnya. Manusia
akan memperoleh haknya.
2.
Peranan manusia sebagai makhluk sosial
Sebagai makhluk sosial manusia berperan
untuk mewujudkan hal-hal sebagai berikut :
a.
Melakuakan interaksi dan menciptakan
kehidupan berkelompok.
b.
Menciptakan norma yang mengatur
kehidupan sosial.
Manusia membutuhkan norma-norma sosial yang
menciptakan ketertiban dalam kehidupan sosial/bersama, norma tersebut adalah :
1.
Norma Agama.
2.
Norma Kesusilaan.
3.
Norma kesopanan atau Adat.
4.
Norma Hukum.
c.
Mengupayakan terlaksananya kewajiban.
Kewajiban
manusia sebagai dasar untuk mengargai hak orang lain serta menaati norma yang
berlaku dalam masyarakat.
C.
Dinamika Interaksi Sosial
Interaksi
sosial merupakan faktor utama dalam kehidupan sosail interaksi sosial merupakan
suatu pondasi dari hubungan yang berupa tindakan yang berdasarkan norma dan
nilai sosial yang berlaku dan diterapkan dalam masyarakat. Dengan adanya nilai
dan norma yang berlaku, interaksi sosial itu sendiri dapat berlangsung dengan
baik, jika aturan dan nilai-nilai yang ada dapat dilakukan dengan baik.
Adapun bentuk interaksi sosialadalah sebagai berikut:
1.
Asosiatif, yaitu proses interaksi yang
mengarah kepada persatuan, meliputi :
a.
Akomodasi.
b.
Kerja Sama.
c.
Asimilasi.
d.
Akulturasi.
2.
Disosiatif, yaitu proses interaksi yang
mengarah kepada perpecahan, meliputi :
a.
Persaingan.
b.
Pertikaian/pertentangan.
c.
Kontroversi.
Ciri-ciri interaksi sosial adalah
sebagai berikut :
1.
Pelaku lebih dari satu orang.
2.
Adanya komunikasi melalui kontak sosial.
3.
Memiliki maksud dan tujuan, terlepas
dari sama atau tidaknya tujuan tersebut dengan yang diperkirakan si pelaku.
4.
Ada dimensi waktu yang akan menentukan
sikap aksi yang sedang berlangsung.
D.
Dilema Antara Kepentingan Individu Dan
Kepentingan Masyarakat.
Dalam kehidupan bermasyarakat, pasti akan terjadi permasalahan/dilema antara melakukan kepentingan individu dengan kepentingan masyarakat. Individualisme merupakan suatu faham yang memiliki pandangan bahwa manusia adalah makhluk yang merdeka dan bebas.
Pandangan
individualisme ini melahirkan ideologi liberalisme, yaitu sebuah ideologi yang
didasarkan pada pemahaman bahwa kebebasan dan persamaan hak adalah hal yang
paling utama.
Ideologi liberalisme mengembangkan beberapa prinsip-prinsip, yaitu
sebagai berikut
1.
Penjaminan hak milik perorangan.
2.
Mementingkan diri sendiri atau
kepentingan individu yang bersangkutan.
3.
Pemberian kebebasan penuh pada individu.
4.
Persaingan bebas untuk mencapai
kepentingan masing-masing.
BAB
IV
MANUSIA
DAN PERADABAN
A.
Hakikat
Peradaban
Peradaban memiliki berbagai arti dalam kaitannya dengan masyarakat dan manusia peradaban berasal dari kata “adap”yang artinya akhlak,kesopanan atau kehausan budi pekerti attau yang merujuk pada sifat yang tinggi dan mulia .
Peradaban
memiliki hubungan yang erat dengan “budya”atau “kebudayaan”hasil atau produk
kebudayaan inilah yang menghasilkan peradaban .sebuah kebudayaan kikatakan
mencapai peradaban tinggi apabila menghasilkan seni yang indah dan halus
,bangunan yang megah dan tahan lama serta muneminal dan tak tergurusoleh
perkembangan zaman ,menguasai ilmu pengetahuan yang tinggi dibandingkan dengan
budaya masyarakat lain yang zaman dengan india .istilah peradaban sering
digunakan untuk menyebut “kerumitan “atau”kompleksitas” serta keunggulan dari
sebuah kebbudayaan dalam sebuah masyarakat atau kompleks tertentu.
Peradaban bangsa
dalam kurun waktu tertentu dianggap tinggi dizamannya dan tidak dapat
dibandingkan dengan peradaban manusia pada zaman berikutnya.bangsa yang
memiliki peradaban-peradaban yang tinggi juga berhasilkan mencitakan
karya-karya yang terkenal ,seperti “kompleks piramida giza”yang dibangun bahasa
mesir kuno sekitar 5000 tahun yang lalu,taman gantung “taman gantung”di
babylonia” dibangun oleh Nebudkadnezar
11,cucu raja hummaribi yang terkenal sekitar tajun 600 SM sebagai hadiah
untuk isterinuya.
B.
Manusia Dan Masyarakat Adab
Manusia adalah mahkluk yang beradap hingga mampu menciptakan peradaban, perdaban sebagai peroduk yang bernilai tinggi ,halus,indah,dan maju menunjukkan manusia adalah makhluk yang memiliki kecerdasan yang tidak dimiliki oleh makhluk lain `
Manusia
sebagai makhluk beradap juga memiliki pengertian bahwa peribadi manusia itu
memiliki potensi untuk berilaku sopan ,beraklak ,dan berbudi pekerti yang
luhur.mamusia yang beradap mampu mengembangkan anatara cipta,rasa,dan karsa
untuk berbuat sesuatu kebaikan . sebaiknya,manusia yang tidak berdap adalah
orang tidal berperilaku yang tidak sopan, tidak berakhlak,dan tidaak memiliki
budi pekerti luhur.
Manusia
sebagai makhluk individu juga disebut makhluk sosial .sebagai mkhluk sosial.sebagai
mkhluk sosial,manusia membentuk persekutuan hidup ,yitu masyarakat adap pada
dasarnya merupakan keinginan yang tulus dari manusia sebagai makhluk
beradap.masyarakat adap tidak akan mungkin tercipta tanpa tidak ada yang
mendukung oleh keinginan manusia beradap
untuk membentuknya .demikian juga masyarakat adap tidak mungkin jika tidak ada
manusia yang tidak beradap .
Diindonesia
,masyarakat adap populer disebut dengan masyarakat madani , masyarakat madani
adalah”masyarakat yang menjujung tinggi norma,nilai-nilai ,dan hukum yang
ditampung oleh penguasa teknologi oleh beradap ,iman ,dan ilmu.
C.
Evolusi Budaya Dan Wujud Peradaban Dalam Kehidupan Sosial, Budaya.
1. Evolusi budaya
Evolusi budaya adalah sebuah gejala berubahnya struktur dan pola budaya
dalam suatu masyarakat .evolusi budaya merupakan yang umum terjadi sesuai
dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang
selalu ingin mengadakan perubahan.selain itu ,evoluasi budaya juga dapat
timbulnya perubahan alam,lingkungan masyarakt ,penemuan barudan konytak dengan
kebudayaan lain .sebagai contoh evolusi budaya sebagai akibat perubahab alam,berakhirnya zaman es
berujung pada ditmukannya sistem pertanian dan kemudian memancing
inovasi-inovasi baru lainnya dalam kebudayaan.
2.
Wujud peradaban dalam kehidupan sosial budaya
Peradban merupakan
tahapan darai evoluasi budaya yang telah berjalan berharap dan brkesinambungan
memperlihatkan wujud dan pengetahuan ,ide/gagasan ,seni teknologi,sistem
pemerintahan ,hingga spiritual yang tinggi .sebagai catatan ,bahwa peradapan
tidak hanya terwujud dalam bangunan sebagai hasil teknologi fisik,tetapi dalam bidang soial budaya .wujud
peradaban dalam kehidupan sosial budaya dapat dilihat dari sistem kekuasan
,sistem kepercayaan ,tulis,perhubungan ,hingga organisasi sosial yang dibentuk
masyarakatnya .
D.
Dinamika Peradaban Global
Perkembangan kebudayaan yang telah mencapai taraf atau tingkat tertentu yang memperoleh
manusia penduduknya tercermi dari pola
tindakan dan tingakahl laku serta teknologi yang dikatakan sebagai beradap atau
mencapai peradaban yang tinggi .jadi,kebudayaan mengalami evolusi dan evaliasi
kebudayaan yang telah mencapai taraf tinggi disebut dengan peradaban .
Peradaban lahir sebagai
respons yang segenap daya upaya dan akalnya menghadapi ,menaklukkan ,dan
mengolah alam sebagai tantangan guna mencukupi kebutuhan dan melastarikan
kelangsungan hidupnya .
Contoh tantangan alam
dan respons manusia (penerapan teknologi ) untuk mengatasi tantangan alam itu
adalah :
1)
Daerah yang tandus dan kering disikapi
dengan menerapakan sistem pertanian menggunakan sistem pot bertingkah .
2)
Daerah rawan gempa disikapi dengan
membuat rumah yang anti gempa ,dan lain sebagainya.
Dari
contoh diatas ,maka dapat dikatakan bahwa setiap kali dan tantangan maka
manusia harus memberikan respons
terhadap tantang itu untuk tetap bertahan dalam upaya memenuhi kebutuhannya
.akibat respons yang diberikan ini
menyebabkan terjadinya perubahan (dinamika )terhadap peradaban .
E. Problematika Peradaban Global Pada Kehdupan
Manusia
1) Peradaban global menciptakan globalisasi
Peradaban global dewasa
ini telah menciptakan era globalisasi diambil dari kata global,yang maknanya
universal .gobalisasi belum memiliki definisi yang mapan ,kecuali sekedar
definisi kerja ,sehingga tergatung dari sisi mana orang melihatnya .
Ada yang memandangnya
sebagai suatu proses sosial atau proses
sejarah atau proses ilmiah yang akan
mebawa seluruh bangsa dan negara didunia makin terkiat suatu sama lain,mewujudkan
satu tatan kehidupan baru satu kesatuan global dengan menyingkir batas-batas
geografis,ekonomi,dan bdaya masyarakat .
2)
Problamitika peradaban global (era
globalisasi)
Tidak bisa dipungkiri
bahwa peradaban global yang menciptakan era glonalisasi dewasa ini ,dengan semakin berkembangnya
teknologi,terutama pada teknologi komunikasi .membuat cakrawala/ilmu
pengetahuan masyarakat semakin terbuka luas .interaksi anatara manusia semakin
mudah.pekerjaan yang dilakukuan oleh manusia juga lebih efisien karena dibantu
oleh mesin-mesin cangih .
BAB V
MANUSIA DAN KERAGAMAN DAN
KESETARAAN
A.
Hakikat
Keragaman Dan Kesetaraan Manusia
1) Makna
keragaman manusia
Keragaman maksudnya,bahwa setiap manusia memiliki perbedaan .perbedan ini disebabakan karena manusia memiliki ciri khas tersendiri sebagai makhluk individu ,seprerti ciri fisik,sikap,watak,kelakuan,temperamental dan hasrat .selain sebagai makhluk individu,manusia juga makhluk sosial yang membentuk kelompok persekutuan hidup.masyarakat sebagai persekutuan hidup itu juga berbeda satu dengan lainnya atau beragam karena ada perbedaan dalam hal ras,suku,agama,budaya,ekonomi,status sosial,jenis kelamin ,saerah tempat tinggal,dan lain-lain.
2) Makna kesetaraan manusia
Kesetaraan
berasal dari kata setara atau sederajat yang berarti “sama tingkatnya”.menurut
kamus besar bahasa indonesia /KBBI(2008),sederajat artinya =”sama tingkatan
objek dalam hal kedudukan ,pangkat ,golongan,dan lain-lain.dengan demikian
,kesetaraan atau tingkatan kesederajatan ,menunjukkan adanya yang sama
,kedudukan sama,tidak lebih tinggi atau lebih rendah anatara satu sama lain.
Kesetaraan
,kesederajatan adalah suatu sikap mengakui adanya persamaan derajad,persamaan
hak,dan persamaan kewajiban sebagai sesama manusia .keragaman yang ada tidak
membuat manusia menjadi tidak sederajad dengan manusia lainnya,walaupun
memiliki perbedaan .
B.
Kemajemukan
Dalam Dinamika Sosial Budaya
alam
kehidupan sosial budaya melahirkan masyaraat majemuk , majemuk berarti “banyak
ragam” baneka berjenis”.ciri utama masyarakat majemuk adalah ;hidup brkelompokan
yang mendampingi secara fisik ,tetapi terpisah oleh kehidupan sosial dan
tergabung dalam sebuah satua politik.
Di
Indonesia sendiri,sebagai sebuah negara yang majemuk ,kemajemukan masyarakat
indonesia itu berdasarkan atas unsur ras dan etnik.
1) Ras
Penggunaan istilah ras ini perentaraan
kali dipelpori oleh franqois bernier,seorang antropolog asal prancis ,untuk
mengemukan gagasan tentang perbedaan manusia berdasarkan kategori atau
karakteristik warna kulit dan bentuk wajah .selanjutnya menetapkan hierakhie
manusia berdasarkan ciri fisiknya atau biologis
2) Etnik
Atau Suku Bangsa
Etnik atau suku bangsa merupakan kelompok sosial /kesatuan
hidup manusia yang memiliki sistem interaksi yang ada karena kontinutas dan
identitas yang mempresatukan semua anggotanya serta memiliki sistem
kepemimpinan sendiri.
C. Kemajuan Dan
Kesetaraan Sebagai Kekayaan Sosial Budaya Bangsa
1. Kemajemukan
sebagai kekayaan bangsa indonesia
Indonesia
adalah bangsa yang majemajemukan ,baik etnis,agama,ras,golongantiingkat ekonomi
,hingga gender.keragaman etnik meenjadikan indonesia sebagai negara yang paling
hetorgen didunia .etnik merupakan identitas sosial budaya seorang .
2. Kesetaraan
sebagai warga bangsa indonesia
Manusia
indonesia memiliki kesedaran dalam arti memiliki kesamaan kedudukan ,hak,dan
kewajiban yang dijami oleh undang-undang dasar 1945. Kesetaraan dalam derajat
kemanusiaan dapat terujud pronata hukum yang merupakan mekanisme kontrol yang
secara ketat dan adil mendukung dan mendorong terwujudnya prinsip-prinsip kesetaraan
dalam kehidupan nyaata .
BAB
VI
MANUSIA, NILAI, MORAL DAN HUKUM
A. Hakikat, Fungsi, Dan Perwujudan
Nilai, Moral, Dan Hukum
1) Hakikat,Fungsi Dan Perwujudan Nilai
Dalam
kehidupan sehari-sehari ,manusia tidak terlepas dari nilai .pada hakikatnya
,nilai berkaitan dengan anggapan terhadap baik dan buruk atau pantas dan tidak
pantas.untuk menentukan sesuatu itu dikatakan baik atau buruk ,pantas atau
tidak pantas hsarus melalui proses menimbang hal ini tentu sangat dipengaruhi
oleh kebudayaan yang dianut masyarakkat .
2) Hakikat, Fungsi, Dan Perwujudan Moral
Selanjutnya moral pada hakikatnya istilah manusia menyebut kemanusia atau orang lainnya dalam tindakan yang”amoral”. Amoral artinya dia yang tidak punya nilai positif dimata manusia lainnya .
B.
Keadilan,
Ketertiban, Dan Kesejahteraan
1. Hakikat Keadilan
1. Hakikat Keadilan
Keadilan adalah kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hal ,baik menyangkut benda atau orang .keadilan memiliki tingkatkepentingan yang benar. Keadilan adalah kelebihan pertama dari institusi sosial ,sebagaimana halnya kebenaran pada sistem pemikir.
2. Hakiat Ketertiban
Ketertiban didukung oleh tatanan yang mempunyai sifat yang berlebihan karena norma-norma yang mendukung masing-masing tatanan mempunyai sifat yang sama. Oleh karna itu, dalam masyarakat yang teratutur, setiap manusia sebagai anggotanya masyarakat harus memperhatikan norma atau kaidah, atau peraturan hidup dalam masyarakat.
3. Hakikat Kesetaraan
Sejahterra menunjukka pada keadaan yang baik ,kondisi manusia dimana orang-orang nya dalam keadaan makmur,dalam keadaan sehat dan damai kesejahteraan merupakan dambaan bagi setiap individu didalam kesejahteraan berarti manusia sudah berada pada kondisi makmur dalam atuan mampu mencukupi kebutuhan hidup masyaraakat itu sendiri .
C.
Problematika
Nilai,Moral,Dan Hukum Dalam Masyarakat Dan Negara
Nilai moral dan
hukum selayaknya dipatuhi untuk menciptakan keadilan ketertiban dan keseteraan
,namun kadang kala dalam pelaksaannya terjadinya masalah pelanggaran yang
menjadi problamatika dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Bagi
masyarakat protevie nilai mewujudkan dengan membuat kode etik profesi yang
berisi nilai-nilai yang harus dilkukan dan tidak boleh dilakukan sekaitan
dengan profesi embannya.
BAB
VII
MANUSIA,
SAINS, TEKNOLOGI DAN SENI
A.
Hakikat
Dan Makna Sains, Teknologi, Dan Seni Bagi Manusia .
1. Hakikat Dan Makna Sains.
Sains merupakan ilmu yang bersifat teoritis, sehingga sains tidak memiliki wujud, dan hanya bisa dipelajari, dan nantinya akan menghasilkan teknologi. Cara sains mengkaji sesuatu adalah dengan melakukan pengamatan langsung menguji, dan kemudian menerangkan mengapa sesuatu itu bisa terjadi.
Sains
dikatakan sebagai ilmu karena sains memenuhi unsur-unsur /ciri-ciri dari suatu ilmu, yaitu sistematik, adanya objek
kajian, ruang lingkup kajian, dan memiliki metode yang diterapkan serta
dikembangkan.
2. Hakikat Teknologi.
Teknologi telah dipakai secara umum dan merangkam suatu rangkaian sarana, dan ide di samping alat-alat dan mesin-mesin. Teknologi pada hakikatnya merupakan penerapan pengetahuan oleh manusia oleh manusia guna mengerjakan sesuatu yang diinginkan. Teknologi digunakan untuk memanfataatkan gejala alam dan mengubahnya. Penggunaan teknologi oleh manusia diawali dengan pengubahan sumber daya alam menjadi alat-alat sederhana. Perkembangan teknologi terbaru, termasuk diantaranya mesin cetak, telepon, dan internet, telah memperkecil hambatan fisik terhadap bebas dalam skala global.
3.
Hakikat Seni.
Seni pada hakikatnya bisa dilihat dalam intisari
ekspresi dari kreativitas manusia. Seni juga dapat dikatakan dengan sesuatu
yang diciptakan manusia yang mengandung unsur keindahan. Tidak bis adisangkal
bahwa seni berhubungan dengan budaya. Seni merupakan hasil ekpresi jiwa manusia
yang hasilnya berkembang menjadi bagian dari budaya manusia. Seni selalu
berkembang seiring bergulirnya waktudan hanya dibatasi oleh kemampuan dan
kesempatan sang seniman pada zamannya/waktu tertentu.
4.
Aplikasi Sains, Teknologi, dan Seni.
Ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni (IPTEKS) memiliki hubungan yang sangat erat. IPTEKS sendiri merupakan bagian dari unsur pokok kebudayaan universal yang bisa dijumpai dalam setiap kehidupan masyarakat, mulai dari zaman purba hingga sekarang. Pada zaman purba, manusia telah mengaplikasikan IPTES dengan menciptakan berbagai teknologi (peralatan hidup) sederhana yang terbuat dari batu dan perunggu yang dipergunakan untuk mencari makanan hingga bercocok tanam.
B.
Dampak
Penyalahgunaan IPTES pada Kehidupan
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa IPTEKS
memiliki dampak positif dan negatif. Secara umum dampak positif dari kemajuan
IPTEKS adalah kemudahan-kemudahan dalam beraktivitas. Sementara dampak negatif
dari kemajuan IPTEKS adalah dapat mengakibatkan masyarakat semakin terbuai, karena
mereka hampir tak sadar bahwa ternyata dirinya telah berada dalam situasi pola
hidup konsumtif, hedonistik, dan matearilistik.
Dempak positif dari perkembangan IPTEKS dalam segala
bidang, antara lain :
1.
Di bidang informasi.
2.
Di bidang industri dan ekonomi.
3.
Di bidang sosial dan budaya.
4.
Di bidang intelektual.
Dampak negatif dari perkembangan IPTEKS
dalam berbagai bidang , antara lain :
1.
Di bidang komunikasi.
2.
Di bidang Industri.
3.
Di bidang sosial budaya.
4.
Di bidang ekonomi.
5.
Di bidang lingkungan.
C.
Problematika
Pemanfataan IPTEKS Di Indonesia.
Seperti yang telah sering disinggung sebelumnya, pemanfataan, IPTEKS oleh manusia terutama dalam memudahkan pemenuhan kebutuhan hidup. Tidak bisa dipungkiri bahwa pembangunan IPTEKS di Indonesia diharapkan dapat menjadi landasan bagi tumbuhnya kreativitas sumberdaya manusia (SDM), yang pada gilirannya dapat menjadi sumber pertumbuhan dan daya saing ekonomi. Selain itu, IPTEKS dapat pula menentukan tingkat menjadi sumber daya baru yang lebih bernilai untuk meningkatkan standar kehidupan bangsa dan negara, serta kemandirian dan daya saing bangsa indonesia di mata dunia.
BAB
VIII
MANUSIA
DAN LINGKUNGAN
A. Hakikat Dan Makna Lingkungan Bagi
Manusia
Manusia
merupakan makhluk yang cepat beradaptasi dengan lingkungan. Adaptasi ini sangat
diperlukan agar manusia dapat bertahan hidup dari seleksi alam. Dalam ilmu
biologi, ligkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan
sumber daya alam, seperti : tanah, air, energi surya, mineral, serta flora dan
fauna yang tumbuh di atas tanah maupun didalam lautan dengan kelembagaan yang
meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana mengunakan lingkungan
fisik tersebut.
B. Kualitas Lingkungan Dan Penduduk Terhadap Kesejahteraan
1.
Lingkungan dan Kesejahteraan
Lingkungan dapat memberikan sumber kehidupan agar manusia menjadi sejahtera. Artinya, lingkungan hidup menjadi sumber dalam mendukung kehidupan, dan diharapkan mampu memberikan kesejahteraan dalam hidup manusia.
2.
Penduduk Lingkungan dan Kesejahteraan
Penduduk memiliki hubungan yang erat dengan lingkungan dan kesejahteraan. Penduduk merupakan orang-orang yang berdomisili atau tinggal disuatu tempat (lingkungan) secara bersama-sama menyelenggarakan kehidupannya dalam jangka waktu yang lama. Artinya, penduduk membutuhkan lingkungan untuk bisa hidup menetap dan mengembangkan diri.
C. Problematika, Lingkungan Sosial
Budaya Yang Di Hadapi Masyarakat.
1.
Problematika Pengelolaan Lingkungan
Lingkungan
dapat mengalami suatu perubahan dalam proses interaksi dengan hidup manusia.
Peubahan lingkungan banyak terjadi di daerah kota bila dibandingkan dengan
daerah plosok (pedesaan) dimana penduduknya lebih sedikit dan terkesan “premitif”.
2.
Problematika Lingkungan Sosial Budaya
Selain
berinteraksi dengan lingkungan, manusia juga berinteraksi dengan manusia lain.
Lingkungan tempat manusia mengadakan interaksi dengan manusia lain disebut
dengan lingkungan hidup manusia dan biasa pula disebut dengan lingkungan sosial
budaya, karena disanalah manusia melakukan sosialisasi dengan sesama manusia
dan menciptakan kebudayaan.
D. Isu-isu Penting Persoalan Lintas
Budaya dan Bangsa
1.
Isu tentang Lingkungan
Masalah
lingkungan mulai ramai dibicarakan sejak diselenggarakan koverensi tentang
ligkungan hidup di stokholan , swediya, pada tangga 15 juni 1972.
2.
Isu tentang Kemanusiaan
Manusia adalah
makhluk yang sempurna yang diciptakan oleh Tuhan di dunia, sehingga manusia
memiliki harkat martabat yang tinggi. Akan tetapi, harkat dan martabat ini
harus dijaga dan dilindungi agar tidak terjadi penindasan, baik oleh manuisa
lain, maupun oleh negara tempat bernaungnya manusia.
DAFTAR
PUSTAKA
Budi Juliardi. 2014. Ilmu Sosial Budaya Dasar. Bandung :
Alfabeta